Tolak Pakai Masker dan Ludahi Orang, Penumpang Kereta Diborgol

Selasa, 07 April 2020 - 20:42 WIB
Tolak Pakai Masker dan...
Mukda Juengthanasomboon, 53, penumpang kereta api di Thailand diborgol petugas medis setelah menolak memakai masker dan meludahi penumpang lain. Foto/ViralPress
A A A
Seorang perempuan penumpang kereta api di Thailand diborgol petugas keamanan setelah menolak memakai masker wajah dan meludahi penumpang lain.

Dia dikhawatirkan menyebarkan virus corona baru, COVID-19, karena menderita demam.

Mukda Juengthanasomboon, 53, naik kereta api di Nakhon Ratchasima, timur laut Thailand pada Jumat pagi pekan lalu ketika dia terlihat sakit. Dia bepergian ke provinsi Khon Kaen, wilayah tempat dia tinggal.

Namun, dia menjadi marah ketika staf kereta api memerintahkannya untuk mengenakan masker sesuai dengan hukum darurat untuk menghentikan penyebaran COVID-19.

Wanita itu dilaporkan berjalan di sepanjang gerbong kereta api sambil meludahi orang lain. Tindakannya memicu ketakutan dan menyebabkan para penumpang melarikan diri dari gerbong.

Para penumpang yang panik melaporkan wanita tersebut dan polisi memanggil petugas medis dengan alat pelindung untuk membantu mengendalikannya. Namun, Mukda juga meludahi para petugas medis ketika mereka memasuki gerbong.

Rekaman video yang dipublikasikan media setempat menunjukkan para petugas memborgol tangan Mukda lalu menjepitnya ke lantai dan mengikatnya ke tandu.

Dia akhirnya diseret keluar dari gerbong dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk diperiksa terkait kemungkinan dirinya terinfeksi COVID-19.

Kepala petugas stasiun kereta api Nong Sun Ake Yungponkwan mengatakan mereka diberitahu oleh rumah sakit bahwa wanita itu memiliki gejala infeksi COVID-19. Dia memiliki suhu tubuh 37,9 derajat Celsius, sementara suhu tubuh normal adalah 36,5 -37,5 derajat Celsius.

"Rumah sakit mengatakan kepada kami bahwa dia sekarang dalam pengawasan karena hasil (pemeriksaan) suhu tubuhnya menunjukkan bahwa dia demam dan berisiko terinfeksi," katanya, seperti dikutip dari Daily Mirror, Selasa (7/4/2020).

"Gerbong kereta itu segera didesinfeksi untuk mencegah penyebaran COVID-19," lanjut dia.

Mukda telah dibawa ke kantor kesehatan umum di distrik Non Soong, Nakhon Ratchasima, sebelum dikarantina selama 14 hari. Pejabat tidak mengungkapkan apakah dia menderita COVID-19 atau tidak.

Naik kereta api maupun kereta bawah tanah tanpa masker pelindung saat ini dianggap ilegal di Thailand setelah memberlakukan keadaan darurat bulan lalu. Aturan ketat itu diberlakukan untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Pekan lalu seorang penumpang ditemukan tewas di atas kereta api Thailand dan dites positif COVID-19. Sebelumnya, penumpang itu meludahi orang lain ketika antre membeli tiket di stasiun.
(vhs)
Berita Terkait
Heboh Wabah Pneumonia...
Heboh Wabah Pneumonia di China, Menkes: Bukan Virus Baru
5 Fakta Pneumonia, Penyakit...
5 Fakta Pneumonia, Penyakit yang Tengah Mewabah di China
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Mengenal Wabah Pneumonia...
Mengenal Wabah Pneumonia yang Terjadi di China, Benarkah Disebabkan Virus Baru?
Virus Mycoplasma Merebak...
Virus Mycoplasma Merebak di China, 2.310 Balita di Jakpus Terinfeksi Pneumonia
Lagi, AS Tuding China...
Lagi, AS Tuding China Ciptakan Virus Corona
Berita Terkini
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
5 jam yang lalu
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
7 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
8 jam yang lalu
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
9 jam yang lalu
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
9 jam yang lalu
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
9 jam yang lalu
Infografis
Mobil Tabrak Kerumunan...
Mobil Tabrak Kerumunan Orang di AS, 10 Warga Tewas dan 30 Terluka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved