5 Kiat Bisnis Agar Tak Tumbang Digempur Virus Corona

Sabtu, 04 April 2020 - 09:31 WIB
5 Kiat Bisnis Agar Tak...
Salah satu mal di Ibu Kota sepi pengunjung akibat wabah corona. Pebisnis perlu tahu kiat-kita untuk bertahan di suasana darurat ini. Foto/Dok. SINDOnews
A A A
Akibat dampak pandemi virus corona (Covid-19) banyak usaha terguncang yang membuat bisnis merosot. Menjalani bisnis berarti selalu siap sedia menghadapi berbagai macam gejolak, entah itu karena masalah internal perusahaan atau juga dari faktor eksternal.

Karena itu, Perencana Keuangan Eko Endarto mengatakan, sebuah bisnis yang kuat akan mampu bertahan, bahkan dalam kondisi perekonomian yang kurang stabil. Tentunya, kata dia, ada kiat-kiat tersendiri yang secara umum dilakukan oleh perusahaan-perusahaan agar bisa tetap stabil.

"Tak boleh cepat berpuas diri, apalagi merasa nyaman. Mereka terus berpikir secara futuristik, bahkan melampaui zamannya. Inovasi dijawab dengan realitas," papar Eko saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Sabtu (4/4/2020).

Terkait tantangan berupa penyebaran wabah saat ini, berikut 5 kiat dari Eko agar bisnis tetap bertahan di tengah gempuran corona:

1. Ikuti perkembangan pasar
Zaman berubah, begitu pula dengan keadaan pasar. Dalam berbisnis, tegas dia, pengusaha tidak boleh ketinggalan zaman. Hal ini berkaitan dengan kebutuhan konsumen terhadap suatu produk. Maka, cari atau perdalam apa yang tengah diinginkan konsumen saat ini. Lakukan penyesuaian agar bisnis tidak menurun.

"Di saat tren naik, pengusaha yang survive biasanya akan mengikuti dengan caranya tersendiri. Cara ini menjadi perpaduan agar jangan sampai bisnis mengalami kematian," katanya.

2. Ketahui Keinginan Konsumen
Agar bisnis tetap stabil, perlu kemampuan beradaptasi. Cari tahu apa yang diinginkan konsumen. Selain itu, pengusaha harus siap menerima kritik dan saran yang diberikan oleh konsumen atau masyarakat di sekitar agar bisnis tetap berjalan.

"Terkadang kita harus mengorbankan sudut pandang tertentu yang tidak lain adalah sisi idealis," tegasnya.

3. Inovasi bisnis
Inovasi dalam berbisnis sangatlah penting. Hal ini bertujuan agar konsumen tidak bosan dengan produk Anda yang itu-itu saja. Lakukan modifikasi dan inovasi pada produk untuk meningkatkan ketertarikan konsumen terhadap produk yang jual.

"Harus ada sesuatu yang baru yang bisa membuat konsumen bergairah supaya mau kembali lagi, dan sekaligus bisa mengusir rasa bosan konsumen," jelasnya.

4. Perkuat relasi bisnis
Penting membuat relasi bisnis dengan siapa saja, karena ini bisa berguna saat usaha sepi. Relasi bisnis bisa memberi perbandingan apa yang salah dengan metode bisnis yang dipakai. Yang paling utama, relasi bisnis bisa memberi pengaruh banyak terkait pemasaran.

"Untuk sekelas perusahaan, membangun relasi bisnis dengan konsumen itu wajib hukumnya, meski mungkin saja konsumen tak akan membeli lagi. Bagaimanapun, konsumen merupakan faktor penting yang bisa mendukung kesuksesan suatu perusahaan," tegasnya.

5. Berhemat
Dalam situasi darurat seperti saat ini, selain dengan berhemat, tak ada cara yang lebih baik untuk bertahan ketika usaha sepi. Berhemat menjaga arus kas agar tidak bobol.

"Misalnya dengan lebih selektif saat membuat promosi atau memilih segmentasi target, yang intinya bisa mereduksi penggunaan biaya. Ini harus dilakukan demi menjaga stabilitas kas," jelasnya.
(nfl)
Berita Terkait
Waspada Mutasi N439K,...
Waspada Mutasi N439K, Varian Baru Virus Corona
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Gandeng Pebisnis Muda,...
Gandeng Pebisnis Muda, Sandi Donasikan Lelang Brand Lokal untuk Covid-19
Penelitian Vaksin Virus...
Penelitian Vaksin Virus Corona Makin Menjanjikan
Sempat Dirawat Intensif,...
Sempat Dirawat Intensif, 2 Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia
Berita Terkini
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
5 jam yang lalu
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
5 jam yang lalu
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
6 jam yang lalu
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
6 jam yang lalu
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
7 jam yang lalu
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
7 jam yang lalu
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved