Wisata Alam Lappa Laona Jadi Destinasi Baru di Barru

Senin, 14 Mei 2018 - 09:49 WIB
Wisata Alam Lappa Laona...
Para pengunjung saat menikmati suasana di wisata alam Lappa Laona Kabupaten Barru. Foto: Istimewa
A A A
Pemerintah Kabupaten Barru terus berupaya menggali potensi alam dalam upaya mengembangkan sektor pariwisata yang ada di daerah penghasil tambak tersebut.

Salah satunya, wisata alam Green High Land Lappa Laona yang dibangun di atas lahan seluas sekitar lima hektar di Desa Harapan, Kecamatan Tanete Riaja.

Lappa Laona menjadi alternatif wisata alam yang kini bisa dinikmati masyarakat, usai diresmikan Bupati Barru Suardi Saleh, Minggu (13/5/2018). Wisata alam yang terletak diketinggian 1.000 Meter di Atas Permukaan Laut (mdpl) adalah hamparan padang rumput luas yang menyambut pengunjung dengan suasana sejuk, membayar beratnya perjalanan pengunjung setelah melalui akses jalan yang belum memadai.

Suardi Saleh mengatakan, sebagai destinasi wisata baru, Lappa Laona masih akan terus dikembangkan, sehingga ke depan bisa semakin banyak menarik minat wisatawan.

"Masih dalam pengembangan. Dan tahun ini, akan dibangun musallah agar pengunjung bisa tetap beribadah. Selain membangun gerbang dan pagar pembatas," katanya.

Saat ini, wisata Lappa Laona sudah menyediakan berbagai wahana, diantaranya flaying fox sepanjang 270 meter, lokasi camping ground, dua titik spot untuk wisatawan berfoto, mountain bike park, fasilitas gazebo dan Uno stones.

Suardi mengungkapkan, sektor pariwisata adalah sektor multi player efek yang paling besar dampak positifnya bagi masyarakat maupun daerah secara umum. Karena, kata dia, majunya pariwisata berefek pada majunya transportasi, ekonomi, industri makanan dan oleh-oleh.

"Sehingga sektor wisata salah satu yang paling kita dorong. Termasuk mengintenskan promosi selain secara bertahap menyiapkan sarana dan prasaran," paparnya.

Untuk akses jalan, tambah Suardi yang juga mantan wakil bupati Barru tersebut, pemkab juga akan terus berupaya melakukan perbaikan sehingga masyarakat wisatawan baik lokal maupun mancanegara, tak sekedar menikmati wisata di Lappa Laona tapi juga mendapat kemudahan akses jalan.

Untuk pengelolaannya, kata Suardi, nantinya akan diserahkan pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sehingga keberadaannya tetap memasukan untuk Penerimaan Asli Daerah (PAD).

"Beberapa aset wisata milik daerah ada yang dikelola pemerintah desa maupun dinas terkait," ujarnya.
(agn)
Berita Terkait
5 Desa di Kabupaten...
5 Desa di Kabupaten Barru Ditetapkan Jadi Desa Wisata
Bupati Barru Semangati...
Bupati Barru Semangati Pasien Covid-19 Lewat Video Conference
Wakil Bupati Gowa Pelajari...
Wakil Bupati Gowa Pelajari Konsep Wisata Cimory Dairyland Puncak
Taman Wisata Datae Sidrap...
Taman Wisata Datae Sidrap Ramai Dikunjungi Warga dari Luar Daerah
Pengembangan Kawasan...
Pengembangan Kawasan Wisata Bulukumba Capai 40 Persen Realisasi
Baru Diresmikan, Wisata...
Baru Diresmikan, Wisata Boardwalk Titik Nol Ambruk Dihatam Ombak
Berita Terkini
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
26 menit yang lalu
Ini Titik Demo Mahasiswa,...
Ini Titik Demo Mahasiswa, 5.955 Personel Kepolisian Dikerahkan Jaga Aksi Unjuk Rasa
57 menit yang lalu
Demo Mahasiswa Berlanjut!...
Demo Mahasiswa Berlanjut! BEM Universitas Bung Karno Bawa 6 Tuntutan
1 jam yang lalu
Polda Metro: 2 Kasino...
Polda Metro: 2 Kasino Berkedok Timezone Omzetnya Capai Rp2,1 Miliar
2 jam yang lalu
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
11 jam yang lalu
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
13 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved