Nurdin Abdullah: Pemimpin Harus Pegang Teguh Nilai Kearifan Lokal
Selasa, 08 Mei 2018 - 16:07 WIB
Calon Gubenrur Sulsel Nurdin Abdullah. Foto: Istimewa
A
A
A
Calon gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menegaskan, bahwa akan memegang teguh nilai-nilai kearifan lokal sebagai perwujudan komitmen menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan tegaknya ideologi bangsa yaitu Pancasila.
“Kita Pastikan bahwa sebagai calon pemimpin harus memegang teguh nilai-nilai kearifan lokal sebagai wujud komitmen kita dalam menegakkan ideologi bangsa, menjaga NKRI," kata Nurdin Abdullah, Selasa (8/5/18).
Dia menambahkan bahwa komitmen nilai-nilai kearifan lokal tidak hanya ditujukan untuk masyarakat tetapi semua itu harus dimulai dari diri kita sebagai calon pemimpin Sulawesi Selatan.
"Kita harus pegang teguh budaya Siri’na Pacce” kita harus punya malu, kita harus punya harga diri sebagai calon pemimpin," katanya.
Nurdin Abdullah menjelaskan, bahwa terutama bagi calon pemimpin yang selalu menghalakan segala cara dalam meraih kekuasaan dan mengabaikan kepentingan umum, hal inilah yang sering memicu terjadinya konflik di masyarakat dan memecah keserasian sosial.
“Alhamdulillah, Dua periode saya terpilih sebagai Bupati di Bantaeng tidak pernah terjadi kerusuhan yang luar biasa. Itu artinya saya terpilih dengan cara-cara yang benar, saya terpilih karena keinganan rakyat,” ungkapnya.
Diketahui, Budaya Siri Na Pacce merupakan salah satu falsafah budaya Masyarakat Bugis-Makassar yang harus dijunjung tinggi. Apabila siri na pacce tidak dimiliki seseorang, maka orang tersebut dianggap tidak memiliki rasa malu, harga diri, dan kepedulian sosial. Mereka juga hanya ingin menang sendiri dan memperturutkan hawa nafsunya.
“Kita Pastikan bahwa sebagai calon pemimpin harus memegang teguh nilai-nilai kearifan lokal sebagai wujud komitmen kita dalam menegakkan ideologi bangsa, menjaga NKRI," kata Nurdin Abdullah, Selasa (8/5/18).
Dia menambahkan bahwa komitmen nilai-nilai kearifan lokal tidak hanya ditujukan untuk masyarakat tetapi semua itu harus dimulai dari diri kita sebagai calon pemimpin Sulawesi Selatan.
"Kita harus pegang teguh budaya Siri’na Pacce” kita harus punya malu, kita harus punya harga diri sebagai calon pemimpin," katanya.
Nurdin Abdullah menjelaskan, bahwa terutama bagi calon pemimpin yang selalu menghalakan segala cara dalam meraih kekuasaan dan mengabaikan kepentingan umum, hal inilah yang sering memicu terjadinya konflik di masyarakat dan memecah keserasian sosial.
“Alhamdulillah, Dua periode saya terpilih sebagai Bupati di Bantaeng tidak pernah terjadi kerusuhan yang luar biasa. Itu artinya saya terpilih dengan cara-cara yang benar, saya terpilih karena keinganan rakyat,” ungkapnya.
Diketahui, Budaya Siri Na Pacce merupakan salah satu falsafah budaya Masyarakat Bugis-Makassar yang harus dijunjung tinggi. Apabila siri na pacce tidak dimiliki seseorang, maka orang tersebut dianggap tidak memiliki rasa malu, harga diri, dan kepedulian sosial. Mereka juga hanya ingin menang sendiri dan memperturutkan hawa nafsunya.
(agn)