PD Terminal Alami Defisit Parah, Sehari Hanya Bisa Hasilkan Rp1 Juta

Selasa, 07 April 2020 - 08:12 WIB
PD Terminal Alami Defisit...
Bus antar kota dalam provinsi saat ini tidak beroperasi akibat virus covid-19. Foto : SINDOnews/Doc
A A A
Perusahaan Daerah (PD) Terminal Makassar Raya mengalami defisit anggaran parah, dengan penghasilan maksimal perhari hanya Rp1 juta.

Menurut Direktur Utama PD Terminal Makassar Raya Arsony, defisit parah ini terjadi saat momen-momen emas meraup untung karena mendekati bulan suci Ramadan. Namun tidak bisa dimanfaatkan akibat wabah virus corona, covid-19.

"Jadi dia lesu malah tidak ada penumpang, tidak ada bus yang masuk, ini malah kemarin kita mencatat ini sudah dua tiga bus saja yang masuk," ucap Arsony kepada SINDOnews.

Arsony menjelaskan bahwa pendapatan PD Terminal memang tergolong kecil dibandingkan dengan PD lainnya, namun sejak beberapa kebijakan mulai diterapkan, pendapatan tersebut kian parah.

PD Terminal biasanya meraup untung paling mentok sebanyak Rp6 juta sampai Rp7 juta per harinya, kini penurunan tersebut cukup parah bahkan diakuinya tak pernah sebelumnya separah ini.

"Saya waktu masuk ke PD Terminal itu optimisme saya tinggi, kemudian saat terpapar isu Corona ini, itu Rp3 juta drop dari angka Rp7 juta dan Rp6 juta sampai nadir paling akut sekali itu karena tidak satupun bus yang masuk itu kita hanya menunjuk angka Rp1 juta, itu sangat tragis" katanya.

Arsony melihat penurunan tersebut diduganya karena para pemilik perusahaan cukup terpengaruh dengan kebijakan pemerintah tentang pembatasan keberangkatan dan Phisical Distancing.

"Karena mungkin juga larangan pemerintah itu mungkin juga dipatahui oleh PO, sehingga kemudian PO tidak melakukan pemberangkatan," ujarnya.

Dirinya juga belum bisa mengambarkan kemungkinan dalam memasuki bulan suci Ramadan, pasalnya hal ini kata Arsony tergantung dari kebijakan pemerintah itu sendiri.

Kebijakan untuk tidak mudik dinilainya menjadi persoalan ganda dimana satu sisi dapat mengurangi penyebaran, namun di satu sisi dapat mematikan perusahaannya sendiri.

Terpisah Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar William Laurin, berharap perusahaan daerah dapat fokus untuk bertahan hingga wabah berlalu.

"Saat ini fokus saja dulu untuk memaksimalkan anggaran, itu semua yang bisa digunakan, kan ini biaya operasional makanya fokus merevisi anggaran yang bisa dioptimalkan," ujar William.
(sss)
Berita Terkait
Larangan Mudik Diberlakukan,...
Larangan Mudik Diberlakukan, Aktivitas di Terminal Regional Sepi
Perusda Tolak Pengalihan...
Perusda Tolak Pengalihan Pengelolaan Terminal Daya ke Kemenhub
Trafik Angkutan Penumpang...
Trafik Angkutan Penumpang di Terminal Regional Makassar Naik 20 Persen
Aset Terancam Dialihkan,...
Aset Terancam Dialihkan, PD Terminal Makassar Metro Berpotensi Dibubarkan
PD Terminal Diminta...
PD Terminal Diminta Buktikan Kelayakan Jika Ingin Penyertaan Modal
DPRD Makassar Usul Pembentukan...
DPRD Makassar Usul Pembentukan UPTD Teminal
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
1 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
1 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
2 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
2 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
4 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
5 jam yang lalu
Infografis
5 Kebiasaan Sehari-hari...
5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Menyebabkan Paru-paru Basah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved