Amdal Tol Layang Dalam Kota Makassar Harus Dirampungkan
Minggu, 04 Februari 2018 - 21:46 WIB
Rancangan pembangunan tol layang dalam kota Makassar, Jalan AP Pettarani. Foto : Muchtamir Zaide/SINDOnews
A
A
A
Rencana pembangunan tol layang dalam kota Makassar di Jalan AP Pettarani sudah on progres. Segala bentuk persiapan pengerjaan sudah mulai dilaksanakan oleh kontraktor.
Akan tetapi, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar meminta agar analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) harus dirampungkan. Apalagi, dalam pengerjaan galian ke-6, salah satu utility milik PDAM Makassar yakni pipa diameter 350 mm mengalami kebocoran yang terletak di depan Masjid HM Asik, Jalan AP Pettarani.
Anggota Komisi D Bidang Pembangunan, Irwan Hamid mengatakan pihak pemerintah dalam hal ini Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) harus tetap melakukan pengawasan terhadap proses pembangunan. Kata dia, pengerjaan yang mulai dilaksanakan oleh PT Nusantara Infrastructure (NI) belum menyelesaikan dokumen Amdal.
"Ini harus tetap diawasi karena Amdal - nya juga belum selesai. Karena masih ada beberapa utilitas jalan itu masih butuh koordinasi dengan PDAM, PLN, dan Telkom," kata legislator PKB ini, Minggu (4/2/2018).
Ia juga mengharapkan agar pemerintah kota Makassar kooperatif dalam menyerahkan dokumen utilitas tersebut. "Ini kan untuk pembangunan kota Makassar juga, jadi sebaiknya mereka juga kooperatif untuk menyelesaikan ini. Agar prosesnya bisa lancar," kata Irwan.
Sementara Direktur Teknik PDAM Makassar, Kartia Bado menyampaikan bahwa menurut info dari pelaksana, pengeboran akan dilakukan di 85 titik galian. Saat ini lima galian sudah terlaksana.
Kalau hal ini berulang tentu sangat merepotkan petugas teknik dan tentunya berimbas pada pelayanan kepada pelanggan. "Padahal semua gambar jalur pipa sudah kita berikan kepada pihak pemrakarsa proyek sebelum kegiatan pengeboran dilaksanakan," ujarnya.
Akan tetapi, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar meminta agar analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) harus dirampungkan. Apalagi, dalam pengerjaan galian ke-6, salah satu utility milik PDAM Makassar yakni pipa diameter 350 mm mengalami kebocoran yang terletak di depan Masjid HM Asik, Jalan AP Pettarani.
Anggota Komisi D Bidang Pembangunan, Irwan Hamid mengatakan pihak pemerintah dalam hal ini Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) harus tetap melakukan pengawasan terhadap proses pembangunan. Kata dia, pengerjaan yang mulai dilaksanakan oleh PT Nusantara Infrastructure (NI) belum menyelesaikan dokumen Amdal.
"Ini harus tetap diawasi karena Amdal - nya juga belum selesai. Karena masih ada beberapa utilitas jalan itu masih butuh koordinasi dengan PDAM, PLN, dan Telkom," kata legislator PKB ini, Minggu (4/2/2018).
Ia juga mengharapkan agar pemerintah kota Makassar kooperatif dalam menyerahkan dokumen utilitas tersebut. "Ini kan untuk pembangunan kota Makassar juga, jadi sebaiknya mereka juga kooperatif untuk menyelesaikan ini. Agar prosesnya bisa lancar," kata Irwan.
Sementara Direktur Teknik PDAM Makassar, Kartia Bado menyampaikan bahwa menurut info dari pelaksana, pengeboran akan dilakukan di 85 titik galian. Saat ini lima galian sudah terlaksana.
Kalau hal ini berulang tentu sangat merepotkan petugas teknik dan tentunya berimbas pada pelayanan kepada pelanggan. "Padahal semua gambar jalur pipa sudah kita berikan kepada pihak pemrakarsa proyek sebelum kegiatan pengeboran dilaksanakan," ujarnya.
(bds)