Pemanfaatan Jembatan Rp23 Miliar Dipertanyakan

Selasa, 31 Oktober 2017 - 15:36 WIB
Pemanfaatan Jembatan...
Tonrangeng River Side, yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Parepare Rp23,6 miliar. Foto : Darwiaty Dalle
A A A
Sejak rampung awal tahun lalu, pembangunan jembatan layang Tonrangeng River Side (TRS), di Kelurahan Sumpang Minangae, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, mulai dikeluhkan masyarakat.

Pasalnya, untuk bisa menikmati area medical tourism pasca perampungan, dinilai tidak memberikan manfaat banyak bagi masyarakat. Akses untuk menikmati area publik itupun, terkesan terbatas karena adanya palang yang dipasang pada jalur masuk ke TRS.

Andri, seorang warga mengatakan, pemerintah membangun TRS sebagai jalan dan jembatan sebagai akses menuju rumah sakit Tipe B Plus Pendidikan Hasri Ainun, yang saat ini pembangunannya terhenti karena terkendala belum adanya Amdal. Namun setelah pembangunannya, justru tidak memberi manfaat banyak untuk peningkatan ekonomi warga setempat.

"Untuk masuk pun harus jalan kaki karena kendaraan kami ditahan di jalan masuk. Tapi giliran pemerintah buat kegiatan, kendaraan justru bebas berlalu lalang," katanya.

Pada areal yang menggunakan APBD 2016 sebesar Rp23,6 miliar tersebut, juga dibangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang menelan anggaran Rp920 juta.

Menyikapi itu, Ketua Komisi III DPRD Parepare Satria Parman Agus Mante mengatakan, dana pembangunan TRS diperuntukkan infrastruktur jalan dan jembatan. Sehingga, kata dia, harus mempermudah akses untuk masyarakat dan jangan justru ditutup. "Kalau memang aksesnya harus di tutup, baiknya lampu-lampu yang ada di lokasi itu di matikan saja agar tidak terjadi pemborosan," jelasnya.

Legislator PKS itu mengatakan, infrastruktur bukan sebatas persoalan keindahan tetapi lebih pada manfaatnya untuk masyarakat. Terlebih, katanya, TRS adalah akses jalan namun pemanfaatannya justru tidak maksimal.

Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe sebelumnya mengatakan, pembangunan flyover menjawab berbagai pertanyaan masyarakat, memenuhi aspek legalitas sesuai item pembangunannya dan terkait efesiensi. Pembangunan TRS, disebut sebagai destinasi wisata baru dengan konsep tiga dimensi.

"Ini satu-satunya flyover multi fungsi di Indonesia. Flyover ini sekaligus menjadi medical tourism. Selain akses menuju pusat pelayanan kesehatan, juga bisa dimanfaatkan masyarakat bersantai sembari menikmati keindahan Salo Karajae, dipadu Teluk Pare dan Selat Makassar," kata dia.
(agn)
Berita Terkait
Jelang HKG, TP PKK Kota...
Jelang HKG, TP PKK Kota Parepare Gelar Ragam Kegiatan
Taufan Pawe Tekankan...
Taufan Pawe Tekankan Layanan Adminduk Harus Ramah Disabilitas
Dewan Minta Pemkot Beri...
Dewan Minta Pemkot Beri Anggaran Memadai untuk Penanganan COVID-19
Pemkot dan DPRD Parepare...
Pemkot dan DPRD Parepare Genjot Sosialisasi Perda Restoran
Kamaluddin Kadir Jadi...
Kamaluddin Kadir Jadi Pembicara dalam FGD Dispenbud
Serahkan RAPBD Tahun...
Serahkan RAPBD Tahun 2021, Ini Harapan Wali Kota Parepare
Berita Terkini
Amnesty International...
Amnesty International Desak APH Tindak Tegas Pelaku Main Hakim Sendiri di Tabanan dan Morowali
41 menit yang lalu
Buat Jakarta Lebih Adem,...
Buat Jakarta Lebih Adem, BMKG Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca saat Kemarau Panjang
1 jam yang lalu
Hadapi El Nino dan Kemarau,...
Hadapi El Nino dan Kemarau, Prabowo Instruksikan BMKG Perkuat OMC-Pengisian Waduk
1 jam yang lalu
Kebakaran di Dekat Pasar...
Kebakaran di Dekat Pasar Kebayoran Lama, 185 Personel Damkar Dikerahkan
2 jam yang lalu
UMKM Perkebunan Naik...
UMKM Perkebunan Naik Kelas, BPDP Buka Jalan Menuju Pasar Global
3 jam yang lalu
Sikap Menko Polkam soal...
Sikap Menko Polkam soal Penindakan Vape Narkoba Didukung APVI dan PPEI
3 jam yang lalu
Infografis
Konten Kreator Muslim...
Konten Kreator Muslim asal Israel Beli Paspor Rp2 Miliar demi Masuk Malaysia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved