RS Stella Maris Sukses Tangani Kasus Bayi dengan Berat Badan Sangat Rendah

Sabtu, 30 November 2019 - 16:03 WIB
RS Stella Maris Sukses...
Tim medis RS Stella Maris sukses menangani kasus bayi Berat Badan Lahir Sangat Rendah. Foto: Istimewa
A A A
Komitmen manajemen Rumah Sakit (RS) Stella Maris dalam menangani pasien dengan baik terus diwujudkan. Bermodalkan tim medis dan alat medis yang dimiliki, RS Stella Maris berhasil menangani sejumlah kasus medis yang terbilang sulit.

Teranyar, tim medis sukses menangani kasus bayi Berat Badan Lahir Sangat Rendah (BBL-SR). Berkat kesigapan dan kecakapan tim medis, berat badan si bayi berangsur naik menjadi 1,3 kilogram dan dirawat di Neonatal Intensive Care Unit (NICU).

Tim Medis RS Stella Maris, dr Victor Siahaya Tjandra, mengungkapkan untuk jenis kasus seperti ini terbilang berhasil karena rasio angka hidup untuk bayi lahir prematur sangat rendah. Kasus bayi lahir prematur ini dialami putri pasangan Arifuddin (31) dan Arti Indrawati (23).

Si bayi yang diberi nama Khanza Artikawati ini diketahui lahir saat usia kandungan baru enam bulan. Tidak hanya memiliki berat badan yang sangat rendah, tim medis mendapati banyak kelainan pada fungsi pernafasan dan paru-paru yang menyebabkan si bayi susah bernafas.

"Butuh waktu 47 hari mengembalikan kondisi berat badannya hingga bisa normal. Ya ini disebut Kasus Bayi Berat Badan Lahir Sangat Rendah (BBL SR), makanya tim medis sangat detail menangani, utamanya dalam memberikan asupan gizi," ujarnya, dalam keterangan persnya kepada SINDOnews, Sabtu (30/11/2019).

Dia menjelaskan awal penanganan bayi dengan kondisi khusus tersebut. Tim medis membungkus tubuh si bayi yang amat mungil dengan plastik agar tidak kedinginan. Selanjutnya diberikan alat bantu pernapasan lain berupa continuous positive airway pressure alias CPAP.

Victor menjelaskan alat ini digunakan untuk bayi yang masih bisa bernapas sendiri, namun membutuhkan bantuan. Alat CPAP ini disambungkan dengan selang kecil yang dimasukkan ke hidung.

"Selama dirawat bayinya memperoleh asupan dari selang lewat hidung, meski sesekali dilatih untuk mengisap menggunakan mulutnya walaupun belum maksimal," tuturnya.

Atas kondisi ini, kata dia, diimbau pada ibu hamil agar senantiasa menjaga kesehatan. Toh, pemicu utama bayi bisa lahir prematur sangat bervariasi, mulai dari aktivitas ibu yang berlebih, asupan gizi kurang, stres dan kondisi lingkungan harus higienis.

Orang tua bayi Khanza Artikawati, Arifuddin, menyampaikan rasa terima kasih atas pelayanan RS Stella Maris. Sebab berkat ketelatenan tim medis, anaknya bisa hidup dan sudah bisa dibawa pulang.

Dia mengaku benar-benar dilayani dengan baik meski masuk sebagai pasien pengguna kartu JKN-KIS. "Ini anak pertama kami, dan sangat bersyukur bisa ditangani dengan baik. Sejak lahir 14 Oktober lalu sampai hari ini semua tim medis sangat membantu proses agar bayi kami bisa bertahan hidup," tuturnya.
(tyk)
Berita Terkait
MNC Peduli Salurkan...
MNC Peduli Salurkan Bantuan APD ke RS Stella Maris Makassar
Jenazah PDP Dibawa Paksa...
Jenazah PDP Dibawa Paksa Keluarga dari RS Stella Maris Makassar
Penampakan 2 Mobil Ringsek...
Penampakan 2 Mobil Ringsek Tertimpa Pohon Tumbang di Depan RS Stella Maris Medan
Hari Prematur Sedunia...
Hari Prematur Sedunia 2024, Pentingnya Jaga Kualitas Hidup Bayi Prematur
Kenali Risiko Kelahiran...
Kenali Risiko Kelahiran Prematur pada Bayi dan Cara Penanganan yang Tepat
Stella Maris Perkuat...
Stella Maris Perkuat Daya Saing lewat Pengembangan Infrastruktur Modern
Berita Terkini
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
2 menit yang lalu
Ledakan Galian Pipa...
Ledakan Galian Pipa di Fatmawati Jaksel, 2 Pekerja Terluka
1 jam yang lalu
Raih Penghargaan Kemendagri,...
Raih Penghargaan Kemendagri, Gubernur Khofifah: Hasil Sinergi Semua Elemen
1 jam yang lalu
Ingatkan Klub Malam...
Ingatkan Klub Malam Proaktif Lapor Polisi Jika Temui Narkoba Vape, Sahroni: Laporkan atau Ditutup!
2 jam yang lalu
Dari Dunia Usaha ke...
Dari Dunia Usaha ke Politik, Jejak Pengabdian Yulius Aho untuk Kalbar
2 jam yang lalu
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
4 jam yang lalu
Infografis
Batas Aman Makan Kue...
Batas Aman Makan Kue Lebaran Biar Berat Badan Tidak Naik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved