Pelaku Prostitusi Online Beralih ke Aplikasi Lain Jajakan Diri
Selasa, 16 Oktober 2018 - 18:39 WIB
Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
Usai polisi membongkar praktek prostitusi online menggunakan aplikasi Beetalk, diindikasikan saat ini para perempuan seks komersial (PSK) beralih menggunakan aplikasi lainnya yang dapat diakses ponsel jenis android.
Seperti yang disebutkan lelaki inisial BM. Kata dia, saat ini para pelaku prostitusi online telah menggunakan aplikasi Wechat.
"Aplikasi (wechat) ini sudah lama disalahgunakan. Mereka jadikan lahan mencari uang dengan menjajakan diri," aku BM kepada SINDOnews, Selasa (16/10/2018).
BM menjelaskan, aplikasi Beetalk sebelumnya memudahkan para penikmat jasa prostitusi online melalui pencarian sekitar. Hanya saja, saat ini sistem di aplikasi Beetalk sudah diubah. Tak dapat lagi mengakses permintaan pertemanan melalui pencarian sekitar.
"Aplikasi beetalk sangat memudahkan untuk mencari pertemanan. Jika sudah diajak berteman, dilanjutkan dengan komunikasi basa-basi mengarah ke penawaran hubungan sesaat. Tapi agak sulit sekarang, karena sistemnya sudah dirubah," jelasnya.
"Bisa jadi nantinya menggunakan aplikasi line, karena aplikasi ini juga menggunakan sistem pencarian teman sekitar. Itu sangat memudahkan disalahgunakan," sambung BM.
Baca juga : Bisnis Lendir Prostitusi Online Menjamur di Media Sosial
Terpisah, Kapolsek Panakkukang, Kompol Ananda Fauzi Harahap mengakui, pengungkapan kasus prostitusi online saat ini dalam penanganan Polrestabes Makassar sebanyak dua kasus.
Salah satu kasus yang melibatkan anak di bawah umur. Baca juga : Anak di Bawah Umur Terlibat Prostitusi Online di Makassar
"Dua kasus dan itu ditangani di Polrestabes. Sekaitan masalah penanganan anak dan perempuan," akunya.
Baca juga : Diduga Bisnis Seks, Waria Digerebek Bersama 4 Anak di Bawah Umur
Seperti yang disebutkan lelaki inisial BM. Kata dia, saat ini para pelaku prostitusi online telah menggunakan aplikasi Wechat.
"Aplikasi (wechat) ini sudah lama disalahgunakan. Mereka jadikan lahan mencari uang dengan menjajakan diri," aku BM kepada SINDOnews, Selasa (16/10/2018).
BM menjelaskan, aplikasi Beetalk sebelumnya memudahkan para penikmat jasa prostitusi online melalui pencarian sekitar. Hanya saja, saat ini sistem di aplikasi Beetalk sudah diubah. Tak dapat lagi mengakses permintaan pertemanan melalui pencarian sekitar.
"Aplikasi beetalk sangat memudahkan untuk mencari pertemanan. Jika sudah diajak berteman, dilanjutkan dengan komunikasi basa-basi mengarah ke penawaran hubungan sesaat. Tapi agak sulit sekarang, karena sistemnya sudah dirubah," jelasnya.
"Bisa jadi nantinya menggunakan aplikasi line, karena aplikasi ini juga menggunakan sistem pencarian teman sekitar. Itu sangat memudahkan disalahgunakan," sambung BM.
Baca juga : Bisnis Lendir Prostitusi Online Menjamur di Media Sosial
Terpisah, Kapolsek Panakkukang, Kompol Ananda Fauzi Harahap mengakui, pengungkapan kasus prostitusi online saat ini dalam penanganan Polrestabes Makassar sebanyak dua kasus.
Salah satu kasus yang melibatkan anak di bawah umur. Baca juga : Anak di Bawah Umur Terlibat Prostitusi Online di Makassar
"Dua kasus dan itu ditangani di Polrestabes. Sekaitan masalah penanganan anak dan perempuan," akunya.
Baca juga : Diduga Bisnis Seks, Waria Digerebek Bersama 4 Anak di Bawah Umur
(bds)