Para Ahli Ini Tunjukkan Bukti Virus Corona Melayang di Udara

Kamis, 09 April 2020 - 11:27 WIB
Para Ahli Ini Tunjukkan...
Para peneliti berlomba-lomba temukan antivirus Corona. Foto/Getty
A A A
Para ilmuwan menunjukkan sebuah simulasi dalam video yang mengerikan. Video itu menunjukkan bagaimana satu batuk dapat menyebarkan Corona di supermarket. Virus mampu bertahan beberapa menit di udara bebas.

Dilansir dari The Sun Kamis (9/4/2020), Para ilmuwan membuat simulasi komputer untuk mempelajari sejauh mana virus dapat melakukan perjalanan di dalam ruangan - dan dengan cemas menemukan bagaimana awan tetesan akan menginfeksi orang lain bahkan setelah orang yang sakit berpergian.

Para ilmuwan yang terlibat mengatakan bahwa cara terbaik untuk menghindari penularan virus adalah dengan menjauh dari ruang publik yang sibuk seperti toko dan stasiun.

Profesor Ville Vuorinen dari Universitas Aalto di Finlandia mengatakan kepada BBC: Dalam sebuah pernyataan yang menyertai video, para peneliti mengatakan: "Hasil awal menunjukkan bahwa partikel aerosol yang membawa virus dapat tetap berada di udara lebih lama dari yang diperkirakan, sehingga penting untuk menghindari ruang publik yang sibuk di dalam ruangan,".

"Ini juga mengurangi risiko infeksi tetesan, yang tetap menjadi jalur utama penularan virus corona."

Studi ini dilakukan oleh para ilmuwan dari Universitas Aalto Finlandia, Institut Meteorologi Finlandia, Pusat Penelitian Teknis VTT Finlandia, dan Universitas Finlandia.

Para ahli meneliti bagaimana partikel aerosol udara kecil diangkut di udara ketika dipancarkan dari saluran pernapasan ketika bersin, batuk atau bahkan berbicara.

Mereka mengatakan: "Dalam situasi yang sedang diselidiki, awan aerosol menyebar di luar sekitar orang yang batuk dan encer dalam proses".

"Namun, ini bisa memakan waktu hingga beberapa menit. Partikel yang sangat kecil dengan ukuran ini tidak tenggelam di lantai, tetapi sebaliknya, bergerak mengikuti arus udara atau tetap mengambang di tempat yang sama".

Profesor Vuorinen juga mengatakan: "Seseorang yang terinfeksi oleh virus corona dapat batuk dan pergi, tetapi kemudian meninggalkan partikel aerosol yang sangat kecil yang membawa virus".

"Partikel-partikel ini kemudian bisa berakhir di saluran pernapasan orang lain di sekitarnya," tandasnya
(eyt)
Berita Terkait
BPOM Cabut Izin Edar...
BPOM Cabut Izin Edar Obat Covid-19
5 Negara yang Telah...
5 Negara yang Telah Kasih Vaksin Virus Corona kepada Warganya
Kasus Covid-19 Naik...
Kasus Covid-19 Naik di Jakarta, Dinkes Imbau Masyarakat Segera Vaksin Booster ke-5
Catat 180 Kasus dalam...
Catat 180 Kasus dalam 7 Bulan, Kasus Covid-19 di Bekasi Meningkat
Menkes: Naiknya Kasus...
Menkes: Naiknya Kasus Covid-19 Bukan Imbas Libur Nataru, Namun Ada Varian Baru
RSUP Adam Malik Medan...
RSUP Adam Malik Medan Rawat 5 Pasien Covid-19, Warga Diimbau Jaga Kesehatan
Berita Terkini
Dudung Sidak Pasar Induk...
Dudung Sidak Pasar Induk Kramat Jati, Ini Hasilnya
32 menit yang lalu
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
3 jam yang lalu
Aksi Pelemparan ke KRL...
Aksi Pelemparan ke KRL Masih Terjadi, KAI Commuter Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara 15 Tahun
3 jam yang lalu
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter
5 jam yang lalu
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, Alarm Zona Megathrust yang Terlupakan
5 jam yang lalu
Ada FIFA Matchday Indonesia...
Ada FIFA Matchday Indonesia Vs Mozambik, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
6 jam yang lalu
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved