Tunda Mudik Demi Keselamatan Sanak Saudara di Kampung Halaman

Minggu, 05 April 2020 - 20:29 WIB
Tunda Mudik Demi Keselamatan...
Dengan wabah virus corona (COVID-19) yang seperti tsunami merebak ke seluruh dunia ini, sulit membayangkan mana pantainya dan kapan redanya. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
Wabah virus corona (Covid-19) yang seperti tsunami merebak ke seluruh dunia, sulit membayangkan mana pantainya dan kapan redanya.

"Tapi wabah ini mesti reda. Kita bisa mencapainya bersama pimpinan pemerintah, agama dan semua unsur masyarakat. Dilengkapi beberapa temuan ilmiah, saya mengajak kita mengambil dua langkah ke depan dan membayangkan kita menyintas sampai di pantai seberang. Dari pantai itu saya mengajak supaya menunda mudik demi kehidupan sanak saudara kita," kata Steering Committee Smart Health The University of Manchester Inggris, Gindo Tampubolon melalui siaran pers, Minggu (5/4/2020).

Gindo menjelaskan, cara supaya di pantai itu Indonesia tidak tepar terdampar tapi segera tegak dan bergerak. Bagaimana agar nanti kesehatan dan ekonomi Indonesia siap bangkit.

"Ilmuwan dan perencana sipil dan militer berpikir dari sasaran, lalu menurunkan segala keperluan untuk mencapainya. Supaya di pantai seberang ekonomi Indonesia siap maka penting sekali ada orang-orang yang nanti siap mengungkit roda ekonomi yang sekarang disetop virus ranjau ini," kata dia.

"Bila kita abai berpikir dua langkah maka ada dua kelompok yang akan jadi korban disapu wabah ini. Pertama adalah para pemimpin macam direktur, manajer, spesialis atau kepala badan usaha milik negara maupun swasta. Kedua adalah para pekerja informal. Terutama yang laki-laki. Mengapa laki-laki?" kata dia.

Gindo mengatakan, dari temuannya menunjukkan bahwa sistem faal atau biologi manusia adalah sistem yang dinamis namun tetap stabil. Kejutan dan goncangan kesehatan boleh datang sepanjang usia namun semua bisa diserap tanpa mengganggu kestabilan. Artinya berbagai sistem tubuh kita tetap berfungsi baik (termasuk organ otak, paru-paru, jantung, dan inflamasi).

"Walaupun sistem faal tetap stabil, semua goncangan tersebut tetap meninggalkan bekas atau aus yang tercatat sebagai beban allostatik. Menurut temuan kami beban allostatik ini punya pola yang unik: beban allostatik laki-laki lebih tinggi daripada beban allostatik perempuan di Amerika, Inggris dan China," kata dia.

"Mati adalah beban yang memuncak, dan laki-laki lebih dulu mencapai beban allostatik puncak. Apalagi bila ada kejutan yang sama sekali baru macam virus ranjau ini: penyakit Covid-19 akan lebih fatal buat laki-laki Indonesia seperti juga buat laki-laki sedunia," kata dia.

Karenanya, menurut Gindo, solusi yang perlu dilakukan pemerintah dalam mengatasi penundaan mudik ini adalah, saatnya pemerintah mengulurkan tangan kepada para pekerja informal yang menunda mudik dengan memberi mulai minggu bantuan langsung tunai e-money.

"Mari menunda mudik, mari mengayomi pekerja informal. Selain itu, di masa tunda ini, dengan pimpinan Telkomsel yang sedang berprakarsa semoga pekerja informal dimudahkan bersilaturahmi mengeratkan jejaring lewat daring dengan sanak saudara di desa," jelas dia.

"Wabah Covid-19 ini unik karena menganyam erat krisis kesehatan dan krisis ekonomi. Macam ulos pinuncaan ragi parbue, benang kesehatan tak lepas dari benang ekonomi, benang kota tak lepas dari benang desa. Bersama-sama kita mesti saling menjaga sanak saudara agar di seberang sana kita siap bergerak memetik buah kerja bersama," pungkas dia.
(nth)
Berita Terkait
Demi Keselamatan Bersama,...
Demi Keselamatan Bersama, Pemkot Tangerang Larang Warganya Mudik Lebaran
Tunda Mudik Demi Kesehatan...
Tunda Mudik Demi Kesehatan Keluarga dan Lingkungan di Desa
Dikunjungi Sanak Saudara...
Dikunjungi Sanak Saudara saat Lebaran, Puluhan Warga Cilangkap Terpapar Covid-19
Pj Gubernur DKI Minta...
Pj Gubernur DKI Minta Pemudik Tak Bawa Sanak Saudara ke Ibu Kota
Sholat Idul Adha di...
Sholat Idul Adha di JIS, Anies Doakan Sanak Saudara yang Menunaikan Ibadah Haji
Demi Keselamatan Mudik...
Demi Keselamatan Mudik Lebaran di Perairan Batam, Ini yang Dilakukan Satpolair Polresta Barelang
Berita Terkini
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
4 jam yang lalu
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
5 jam yang lalu
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
5 jam yang lalu
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
6 jam yang lalu
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
7 jam yang lalu
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
8 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved