Jangan Biarkan Pemerintah Kerja Sendiri, Surabaya Bersatu Lawan Corona

loading...
Jangan Biarkan Pemerintah Kerja Sendiri, Surabaya Bersatu Lawan Corona
Masyarakat silih berganti mengirimkan bantuan penanganan wabah Corona ke Balai Kota Surabaya. Foto/SINDOnews/Aan Haryono
SURABAYA - Melawan sebaran virus Corona bukan hanya dibebankan pada pemerintah. Semua pihak, baik dari kalangan swasta maupun sektor non formal lainnya bersatu di Kota Pahlawan untuk memutus sebaran Covid-19.

Gerakan bersama melawan Covid-19 itu dibuktikan dengan berbagai bantuan dari semua sektor untuk mencegah dan menanggulangi Covid-19 yang terus berdatangan ke dapur umum di Balai Kota Surabaya.

Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Masyarakat Pemkot Surabaya, Imam Siswandi menjelaskan, begitu banyak bantuan berdatangan silih berganti. Mulai dari perusahaan daerah, swasta, komunitas, universitas berbondong-bondong memberi bantuan. Bahkan, tak sedikit bantuan secara personal atau perseorangan.

"Mereka memberikan bantuan-bantuan itu tanpa diminta. Malah menawarkan apa yang bisa dibantu," kata Imam saat ditemui di kantor Bagian Kesejahteraan Masyarakat, Kamis (2/4/2020).



Ia melanjutkan, bantuan yang kerap kali diterima setiap hari yakni bahan pembuatan minuman tradisional (pokak). Yaitu jahe, kayu manis, sereh, gula merah dan kapulaga. Termasuk telur rebus. Bahkan sampai dengan kebutuhan sembako pun mendapat bantuan dari salah satu mall di Surabaya sebanyak seribu paket.

"Untuk jahe sekitar 110 kilogram, gula merah 30 kilogram. Lalu telurnya hampir setiap hari 700–1.000 kilogram. Sekitar sepekan lalu ada yang kirim telor sebanyak 7.775 kilogram. ada dari perusahaan daerah dan swasta," jelasnya.

Selain untuk bahan pokak dan telur rebus, pemkot juga kerap kali mendapatkan bantuan tandon, wastafel, tangki spayer botol hand sanitizer, alkohol, bilik sterilisasi tipe chamber, tempat sabun cair pun juga diterima Pemkot Surabaya akhir-akhir ini. Bahkan, keperluan seperti tisu yang biasa diletakkan di samping wastafel, juga banyak mendapatkan bantuan.



"Untuk tisu sekitar 500 box setiap hari. Kemudian sabun kami dapat bantuan dari pabriknya langsung. Ada juga yang memberikan kipas angin yang kami letakkan di pasar kipasnya diisi dengan air disinfektan. Jadi dengan begitu meringankan beban pemerintah kota," ungkapnya.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top