Mahasiswa UGM Buat Mouse Bagi Penyandang Cacat Tangan
Rabu, 14 Agustus 2019 - 12:00 WIB
Mouse bagi penyandang catat tangan buatan mahasiswa UGM. Foto/Dok.Humas UGM
A
A
A
Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) berhasil membuat mouse bagi penyandang cacat tangan yang diberi nama Difabel Caer (DC) Mouse. Dengan mouse ini, bukan hanya akan membantu penyandang cacat tangan untuk mengakses teknologi, namun juga guna meningkatkan produktivitasnya.
DC Mouse ini didesain menyerupai sandal yang dipakai di kaki dengan ukuran yang telah disesuaikan dengan antropometri kaki orang Indonesia menggunakan persentil 95. Tiga mahasiswa FT UGM itu, yakni Devita Ayuni Kusumaningsih, Muhammad Zhafran Haidar Muttaqin dan Akhmad Adham Nur Husaen.
Devita Ayuni Kusumaningsih mengatakan, pembuatan mouse ini berawal dari keprihatinan mereka terhadap para penyandang difabel cacat tangan karena memiliki keterbatasan dalam mengakses teknologi.
Padahal di era revolusi industri 4.0 yang mengarah ke digitalisasi penggunaan komputer begitu penting untuk memudahkan tugas dan pekerjaan, karena media input komputer, terutama mouse belum mampu mengakomodir kebutuhan bagi peyandang cacat tangan.
“Dari situlah kami berinovasi mengembangkan DC mouse guna membantu penyandang cacat tangan agar mudah mengakses komputer sehingga bisa meningkatkan produktivitas mereka,” kata Devita, Rabu (14/8/2019).
Devita menjelaskan DC Mouse didesain dengan empat fitur utama yaitu klik kanan, klik kiri, drag, dan scroll. Dirancang menggunakan bahan Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS) dan kulit sintetis sehingga nyaman untuk digunakan.
“Kami mendesain DC Mouse dengan bantuan Software Autodesk Inventor dan mencetak prototype menggunakan Mesin 3D Printer. Selanjutnya dirakit dengan komponen elektronis dari sensor optik yang dihubungkan dengan USB tranceiver ke komputer,” terangnya.
Muhammad Zhafran Haidar Muttaqin menambahkan berdasarkan pengujian terhadap responden dihasilkan bahwa DC Mouse mampu dioperasikan dengan akurasi ketepatan pointer paling tinggi mencapai 100%, efisiensi 20%, dan jumlah klik 5,3 kali per detik.
Sedangkan dalam tiga kali replikasi didapatkan rata-rata ketepatan 49%, efisiensi 24%, jumlah klik 3,7 klik per detik, dan jumlah scroll 400 pixel per detik.
“Meski dari hasil pengujian DC Mouse ini sudah layak pakai, namun masih perlu dikembangkan lebih lanjut sebelum menuju tahap komersialisasi,” tambahnya.
DC Mouse ini didesain menyerupai sandal yang dipakai di kaki dengan ukuran yang telah disesuaikan dengan antropometri kaki orang Indonesia menggunakan persentil 95. Tiga mahasiswa FT UGM itu, yakni Devita Ayuni Kusumaningsih, Muhammad Zhafran Haidar Muttaqin dan Akhmad Adham Nur Husaen.
Devita Ayuni Kusumaningsih mengatakan, pembuatan mouse ini berawal dari keprihatinan mereka terhadap para penyandang difabel cacat tangan karena memiliki keterbatasan dalam mengakses teknologi.
Padahal di era revolusi industri 4.0 yang mengarah ke digitalisasi penggunaan komputer begitu penting untuk memudahkan tugas dan pekerjaan, karena media input komputer, terutama mouse belum mampu mengakomodir kebutuhan bagi peyandang cacat tangan.
“Dari situlah kami berinovasi mengembangkan DC mouse guna membantu penyandang cacat tangan agar mudah mengakses komputer sehingga bisa meningkatkan produktivitas mereka,” kata Devita, Rabu (14/8/2019).
Devita menjelaskan DC Mouse didesain dengan empat fitur utama yaitu klik kanan, klik kiri, drag, dan scroll. Dirancang menggunakan bahan Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS) dan kulit sintetis sehingga nyaman untuk digunakan.
“Kami mendesain DC Mouse dengan bantuan Software Autodesk Inventor dan mencetak prototype menggunakan Mesin 3D Printer. Selanjutnya dirakit dengan komponen elektronis dari sensor optik yang dihubungkan dengan USB tranceiver ke komputer,” terangnya.
Muhammad Zhafran Haidar Muttaqin menambahkan berdasarkan pengujian terhadap responden dihasilkan bahwa DC Mouse mampu dioperasikan dengan akurasi ketepatan pointer paling tinggi mencapai 100%, efisiensi 20%, dan jumlah klik 5,3 kali per detik.
Sedangkan dalam tiga kali replikasi didapatkan rata-rata ketepatan 49%, efisiensi 24%, jumlah klik 3,7 klik per detik, dan jumlah scroll 400 pixel per detik.
“Meski dari hasil pengujian DC Mouse ini sudah layak pakai, namun masih perlu dikembangkan lebih lanjut sebelum menuju tahap komersialisasi,” tambahnya.
(mif)