6.200 Warga Jateng Jalani Rapid Test, 53 Orang Positif Corona

Selasa, 07 April 2020 - 18:45 WIB
6.200 Warga Jateng Jalani...
FOTO /Ilustrasi : SINDOnews
A A A
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah telah melakukan rapid test atau tes cepat untuk mendektsi Virus Corona. Dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah ada sekitar 6.200 orang yang telah menjalani tes ini.

Kepala Dinkes Jawa Tengah (Jateng) dr Yulianto Prabowo, mengatakan, rapid test telah dilakukan kepada 6.200 orang. "Yang dilaporkan hasil tesnya 3.500 orang. Yang positif (Corona) 53 orang," kata Yulianto di kantor Gubernur Jateng lantai 2, Kota Semarang, Selasa (7/4/2020).

Menurutnya, ke-53 orang yang positif itu tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Disinggung apakah ada tenaga medis yang kena Covid-19? Yuli membenarkan hal tersebut. Namun pihaknya masih harus melakukan verifikasi lebih lanjut. Seperti halnya apakah mereka tertular saat sedang merawat pasien atau usai mengikuti kegiatan di luar.

"Tenaga medis yang kena ada. Tetapi belum kita rilis jumlah tenaga medis yang kena. Karena baru kita verifikasi lagi. Jadi positifnya itu, karena pas bekerja, merawat terus tertular, atau mengikuti suatu kegiatan. Contohnya mengikuti seminar kena, itu beda dengan apabila pas merawat pasien. Semua ini baru kita pilah-pilah," tambahnya.

Diakuinya melalui tes cepat itu akhirnya bisa menemukan kasus baru. Jawa Tengah sendiri telah menerima 8.400 alat tes cepat. Pengecekan menggunakan rapid test diprioritaskan kepada orang dalam pengawasan (ODP).

Yuli mengingatkan agar warga bisa menghindari terpapar virus dengan berbagai cara. Mulai dari menjaga daya tahan tubuh, rajin cuci tangan dan pakai masker. Termasuk pula makan dengan gizi seimbang dan hindari makanan cepat saja. Juga berpikir optimistis dan tidak marah-marah.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menuturkan, warga yang positif Corona itu akan menjalani isolasi. Sampai sekarang rapid test terus jalan. Dalam tes cepat itu ada dua kolom yang bisa dilakukan. Yakni kolom dilakukan oleh rumah sakit, dan dinkes. "Ini masih berjalan terus menerus," kata Ganjar.

Gubernur menambahkan, semua warga yang pulang mudik semua diisolasi. Dari desa membuat isolasi khusus, dan isolasi mandiri atau di rumah. Dengan catatan, mereka yang menjalani isolasi di rumah harus dikontrol dokter puskesmas, bidan, hingga RT dan RW. "Memang ini sedang kita gerakkan di tingkat desa," imbuhnya.
(nun)
Berita Terkait
Kontak Dengan Positif...
Kontak Dengan Positif Corona, Warga Satu Dusun Jalani Rapid Test
Rapid Test Tiga Santri...
Rapid Test Tiga Santri Temboro Dinyatakan Positif Corona
Antisipasi Penularan...
Antisipasi Penularan Corona, 60 Warga Desa Bah Joga Dirapid Test
1.500 Warga Jateng Ikut...
1.500 Warga Jateng Ikut Ijtima Gowa, 26 Positif Covid-19
Antisipasi Corona, Sejumlah...
Antisipasi Corona, Sejumlah Jaksa Kejari Salatiga Jalani Rapid Test
15 Warga Gunungkidul...
15 Warga Gunungkidul Dinyatakan Positif Corona Hasil Rapid Test
Berita Terkini
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
18 menit yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
1 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
2 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
2 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
2 jam yang lalu
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
9 jam yang lalu
Infografis
21 Orang Tewas Akibat...
21 Orang Tewas Akibat Serangan Rudal Balistik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved