MUI Jateng : Tak Ada Alasan Menolak Jenazah Corona

Minggu, 05 April 2020 - 14:52 WIB
MUI Jateng : Tak Ada...
Ilustrasi/SINDOnews
A A A
Kalangan ulama Jawa Tengah meminta masyarakat untuk tidak merasa takut yang berlebihan terhadap pemakaman jenazah positif virus corona (Covid-19), karena virus pada jenazah akan ikut mati.

Menurut Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng KH Fadlolan Musyaffa, pihaknya dalam rapat pembahasan tersebut pada Jumat (3/4/2020) telah mendapatkan keterangan pihak medis dalam menangani pasien Covid-19.

“Dari Komisi Fatwa menilai, proses yang dilakukan rumah sakit terhadap jenazah Covid-19 sudah benar dan sesuai dengan syar’i,” ungkap Fadlolan, Minggu (5/4/2020).

Dia menerangkan, medis menyatakan penanganan jenazah sudah diberlakukan dengan sedemikian rupa. Tentu untuk menjauhkan petugas dan orang yang dekat dengan jenazah, tidak tertular virus. “Dengan demikian tidak ada alasan lagi untuk menolak jenazah untuk dikuburkan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, sesuai syariat agama Islam, menguburkan jenazah itu hukumnya fardu kifayah. Maka umat Islam kepada jenazah nonmuslim memiliki dua kewajiban. Yaitu mengangkat jenazah dan menguburkan. Sementara umat Islam kepada jenazah yang sama-sama seagama ada lima kewajiban. Meliputi memandikan, mengkafani, menyalati, mengangkat ke kuburan dan menguburkan.

Praktis, bila ada salah satu umat Islam menolak salah satu kewajiban lima tadi, berarti meninggalkan fardu kifayah. Yang artinya, semua orang Islam berdosa. MUI berharap tidak ada lagi masyarakat yang menolak setelah ada keterangan medis dalam penanganan jenazah Covid-19. Karena sudah tidak mungkin ada penularan lagi mengingat penanganan sudah berlapis-lapis, terutama dalam pembunuhan bakteri.

Fadlolan menerangkan bahwa dalam protokol fatwa MUI Jateng tertanggal 19 Maret 2020 dinyatakan, bila protokol yang telah dibuat tenaga medis, dan profesional medis yang ada di RS sudah melakukan sistem dan teori dengan baik, maka warga, keluarga, atau masyarakat boleh turut untuk menyalati dan mendatangi upacara penguburan.

“Sehingga MUI melihat proses itu, kita meyakini bahwa itu sudah antibakteri dan virus sudah mati. Harapan kami dari MUI Jateng warga di mana pun berada tidak boleh menolak jenazah,” terang dia.

Dari informasi yang diterimanya, medis sudah melakukan langkah penanganan jenazah Covid-19 dengan baik. Ketika pertama akan dimandikan, jenazah disemprot dengan klorin lebih dulu. Kemudian jenazah diceboki dengan air suci dan mensucikan. Setelah bersih najisnya, kemudian dimandikan dengan semprotan.

Selanjutnya medis meniati untuk mewudukan, tentu dengan tidak harus menyentuh. Cukup dari wajah dan tangan, setelah rampung akan disemprot lagi dengan klorin. Jenazah dimasukkan di plastik, dan dikafani. Jenazah lantas ditutup dengan plester, kemudian diikat dengan tali pocong sebanyak tiga.

Tak berhenti di situ, jenazah disemprot lagi dan dimasukkan ke peti dengan miring, biar saat dikuburkan sudah menghadap kiblat. Lagi-lagi penyemprotan kembali dilakukan, dan baru ditutup. Kemudian disilikon, peti dipaku, dan mobil jenazah juga tak luput dari penyemprotan.
(nun)
Berita Terkait
MUI Ajak Umat Muslim...
MUI Ajak Umat Muslim Petik Hikmah dari Covid-19 sebagai Rahmat
Tak Ingin Mayat Korban...
Tak Ingin Mayat Korban Covid-19 di Jalanan, Chile Gali 2.000 Kuburan
Ramadhan, MUI Minta...
Ramadhan, MUI Minta Umat Jaga Imunitas dan Doakan Corona Cepat Berlalu
MUI Keluarkan Fatwa...
MUI Keluarkan Fatwa Zakat agar Dimanfaatkan untuk Corona
Fatwa MUI: Dana Zakat...
Fatwa MUI: Dana Zakat Boleh untuk Tangani COVID-19
MUI Ajak Umat Islam...
MUI Ajak Umat Islam Petik Hikmah dari Pandemi Covid-19
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
2 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
2 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
2 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
3 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
3 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved