200 Ribu Pemudik Jabodetabek Pulang Kampung ke Jawa Barat

Rabu, 08 April 2020 - 16:43 WIB
200 Ribu Pemudik Jabodetabek...
Foto/ilustrasi.SINDOnews
A A A
Arus mudik memang tak bisa dibendung. Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat mendata sebanyak 200 ribu orang perantau di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) telah pulang kampung halaman di Jawa Barat selama masa pandemi corona atau COVID-19.

"Jumlah tersebut merupakan yang terdata dari kabupaten/kota, belum ditambahkan yang belum terdata. Pendataan ini belum kami lakukan secara intens. Belum kami mulai saja sudah masuk data-data dari daerah. Total yang masuk hampir 200 ribu (pemudik)," kata Kepala Dishub Jabar Hery Antasari kepada wartawan di Polrestabes Bandung, Rabu (8/4/2020).

Menurut Hery, untuk sementara berdasarkan data yang sama, kebanyak pemudik pulang ke Kuningan, jumlahnya mencapai puluhan ribu orang. Disusul wilayah Tasikmalaya serta Majalengka. Para pemudik di dua daerah ini datang secara terorganisir dengan jumlah sekitar tiga ribu orang. ”Tapi, di luar itu belum terdata," tutur Hery. (Baca : Mudik, 130 Santri Lirboyo Disambut Gugus Tugas Corona Karawang)

Dia mengemukakan, pendataan lebih lanjut segera dilaksanakan seiring dimulainya operasi Angkutan Lebaran 2020. "Kami harus bergerak cepat untuk mengantisipasi pemudik lebih banyak yang pulang kampung. Kami berpacu dengan waktu," ujar dia. (Baca : Gelombang Mudik Terjadi, DPRD Jabar Desak Tes Corona di Desa dan Kelurahan)

Sejauh ini, Dishub telah menerapkan protokol kesehatan di terminal. Seluruh perusahaan otobus sudah dikumpulkan untuk melakukan penyemprotan disinfektan dan membersihkan bus serta memantau kesehatan karyawan.

"Menurut informasi dari temen-teman dari PO dan asosiasi, saat ini secara alamiah jumlah penumpang sudah menurun jauh, walaupun (angkutan antarkota antarprovinsi dan antarkota dalam provinsi) tidak ada pembatasan. Penumpang sudah berkurang 70 persen. Jadi meski kami belum ada pembatasan (PSBB), tapi sudah dibatasi secara alami," ungkap Hery.

Menurut Hery, Dishub Jabar telah menyiapkan strategi jika PSBB diberlakukan termasuk pembatasan yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan. "Namun jika PSBB dilakukan untuk sektor pangan, bus AKAP dan AKDP tetap bisa melintas," pungkas Hery. agus warsudi
(muh)
Berita Terkait
Padati Stadion, Ribuan...
Padati Stadion, Ribuan Warga Filipina yang Ingin Mudik Dites Covid-19
Larangan Mudik, Bandara...
Larangan Mudik, Bandara Husein Tak Layani Penumpang Mulai Hari Ini hingga 1 Juni
Gelar Baksos di Tasikmalaya,...
Gelar Baksos di Tasikmalaya, HMS Center: Pemerintah Tak Konsisten soal Larangan Mudik
Masuk Blora Dijaga Ketat,...
Masuk Blora Dijaga Ketat, Kendaraan Luar Daerah Terpaksa Balik Arah
Dinilai Langgar Prokes,...
Dinilai Langgar Prokes, Polres Sumenep Bubarkan Hiburan Hajatan Warga
Kasus Meningkat, Edukasi...
Kasus Meningkat, Edukasi Pencegahan Corona Harus Terus Digencarkan
Berita Terkini
Kebakaran Landa TPA...
Kebakaran Landa TPA Cipayung Depok, 8 Unit Damkar Dikerahkan
1 jam yang lalu
Polda Papua: Mortir...
Polda Papua: Mortir Sisa PD II di Biak Meledak saat Digergaji 5 Orang
4 jam yang lalu
KM Nurul Salsa Tenggelam...
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Pulau Polassi Sulsel: 1 Meninggal dan 23 Hilang
4 jam yang lalu
Gus Salam, Calon Ketum...
Gus Salam, Calon Ketum PBNU yang Dukung Argentina Sejak 1986
4 jam yang lalu
Dilaporkan ke Polres...
Dilaporkan ke Polres Jaksel, Roy Suryo Langsung Pamerkan IPK 3,86
6 jam yang lalu
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi Bupati Fadia Arafiq Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang
6 jam yang lalu
Infografis
200 Ribu Orang di AS...
200 Ribu Orang di AS Terancam Jika Panas Naik 3 Derajat Celcius
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved