Pabrik Tutup, 2.800 Buruh Perusahaan Garmen Tuntut Hak

Rabu, 08 April 2020 - 14:51 WIB
Pabrik Tutup, 2.800...
Sejumlah karyawan hilir mudik saat aksi mogok kerja di PT VGA. Foto/SINDOnews/Inin Nastain
A A A

Ribuan karyawan PT Visionland Global Apparel (VGA) melakukan aksi mogok kerja pada Rabu (8/4/2020). Aksi tersebut merupakan buntut dari sejumlah kebijakan manajemen perusahaan yang dinilai tidak berpihak kepada mereka.

Sugiharto, salah satu karyawan PT VGA mengungkapkan, beberapa kebijakan yang berkaitan dengan masa depan karyawan ini dikeluarkan pada Selasa (7/4/2020) sore. Karyawan menilai tidak satu pun dari kebijakan tersebut yang memikirkan dampak terhadap mereka.

Salah satunya berkaitan dengan pembayaran tunjangan hari raya (THR). Manajemen memutuskan untuk menangguhkan pembayaran THR tahun 2020 dan akan dibayarkan ketika kondisi perusahaan telah normal kembali di kemudian hari.

Kebijakan tersebut dianggap sangat merugikan karyawan karena tidak jelas tenggat pembayaran THR yang ditangguhkan. Para karyawan ingin ada kepastian waktu pembayaran THR. ”Karyawan menuntut supaya THR ada kepastian dibayarkan tanggal berapa. Kalau di surat itu kan tidak ada kejelasan,” kata dia. (Baca : Imbas Corona, 53 Ribu Pekerja di Jabar Diliburkan, Dirumahkan, dan Di-PHK)

Bukan hanya THR, karyawan perusahaan yang bergerak di bidang garmen itu juga menyoroti pembayaran gaji yang kerap tidak jelas waktunya sejak awal tahun. "Normalnya tanggal 10 setiap bulan. Sekarang dalam surat itu dibayar dua kali yaitu tanggal 13 dan 20 April, masing-masing 50%,” jelas dia. (Baca : 120 Karyawan Ramayana Depok Terkena Kebijakan PHK)

Saat ini kondisi perusahaan yang mengekspor pakaian jadi ke sejumlah negara di Asia dan Eropa itu dalam keadaan kolaps. Per tanggal 22 April mendatang, perusahaan di Desa Tegalaren, Kecamatan Ligung ini akan sudah memutuskan untuk berhenti beroperasi.

Menurut Sugianto, perusahaan adanya kesulitan untuk mencari bahan baku maupun pemasaran sebagai dampak pandemi corona di dunia. ”Untuk status karyawan ke depan sendiri tidak disebutkan secara jelas. Kami hanya diminta nomor telepon. Makanya, sebelum tutup kami minta kejelasan," ungkap dia. (Baca : Pemprov Jabar Pastikan Bantu Pekerja Di-PHK Akibat Wabah Covid-19)

Hingga berita ini ditulis, masih dilakukan rapat antara manajemen dan karyawan. Sebagian karyawan bertahan untuk menunggu keputusan lanjutan. ”Informasinya mah keputusan hasil rapat nanti sore. Di sini ada sekitar 2.800 karyawan,” jelas dia.
(muh)
Berita Terkait
Satu Karyawan Terpapar...
Satu Karyawan Terpapar Corona, Pabrik Garmen di Bandung Ditutup
Tutup Pabrik di Indonesia,...
Tutup Pabrik di Indonesia, Nissan Rencanakan Jauh Sebelum Pandemi COVID-19
22 Karyawan Positif...
22 Karyawan Positif Corona, Pabrik Bridgestone Tak Tutup
Gubernur Sulsel Tinjau...
Gubernur Sulsel Tinjau Pabrik Garmen di Lapas Makassar
Merespons Penerapan...
Merespons Penerapan PSBB, Pabrik Toyota Indonesia Tutup Sementara
Perusahaan Garmen Asing...
Perusahaan Garmen Asing di Bandung Barat Ajukan Penangguhan THR
Berita Terkini
Kebakaran Landa TPA...
Kebakaran Landa TPA Cipayung Depok, 8 Unit Damkar Dikerahkan
1 jam yang lalu
Polda Papua: Mortir...
Polda Papua: Mortir Sisa PD II di Biak Meledak saat Digergaji 5 Orang
4 jam yang lalu
KM Nurul Salsa Tenggelam...
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Pulau Polassi Sulsel: 1 Meninggal dan 23 Hilang
4 jam yang lalu
Gus Salam, Calon Ketum...
Gus Salam, Calon Ketum PBNU yang Dukung Argentina Sejak 1986
4 jam yang lalu
Dilaporkan ke Polres...
Dilaporkan ke Polres Jaksel, Roy Suryo Langsung Pamerkan IPK 3,86
6 jam yang lalu
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi Bupati Fadia Arafiq Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang
6 jam yang lalu
Infografis
1.525 Tentara Lapis...
1.525 Tentara Lapis Baja Israel Tuntut Diakhirinya Perang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved