Biasa untuk Pelantikan, Aula Masjid Pemkab Bandung Barat Jadi Ruang Isolasi Corona

Selasa, 07 April 2020 - 19:12 WIB
Biasa untuk Pelantikan,...
Aula Masjid Agung Ash Shiddiq di Kompleks Pemkab Bandung Barat yang akan menjadi tempat isolasi mandiri bagi pasien positif corona yang tidak mengalami gejala. Foto/SINDOnews/Adi Haryanto B
A A A
Guna menghindari polemik dan penolakan warga, Pemkab Bandung Barat memutuskan menjadikan aula Masjid Agung Ash Shiddiq sebagai ruang isolasi bagi pasien positif COVID-19.

Keputusan itu diambil setelah ada kesepakatan antara Pemkab dengan DPRD Bandung Barat. Aula masjid yang berlokasi di kompleks perkatoran Pemkab Bandung Barat dan kerap jadi tempat pelantikan pejabat KBB tersebut akan menjadi ruang isolasi sementara bagi pasien yang dinyatakan positif namun tidak mengalami gejala.

"Sudah diputuskan dan diambil kesepakatan bersama bahwa aula masjid Ash Shiddiq akan jadi tempat khusus untuk menangani pasien positif Covid-19 yang tidak bergejala," terang Ketua Panja DPRD KBB, Bagja Setiawan seusai rapat, Selasa (7/4/2020). (Baca : Sejumlah Permukiman di KBB Terapkan Isolasi Kawasan, Orang Luar Dilarang Masuk)

Menurut dia, kesepakatan tersebut diambil karena selama ini belum ada penanganan yang jelas untuk pasien positif COVID-19 yang tidak bergejala. Di satu sisi isolasi pasien tak bergejala memunculkan protes di masyarakat sekitarnya yang keberatan.
"Ruang itu bisa menampung 20 orang, besok kita akan maraton dengan dinas teknis terkait kesiapannya. Ini harus cepat karena terkait dengan kesiapan sarana dan prasarananya," kata politikus ini. (Baca : Pulang ke Gununghalu, 600 Pekerja dari Jakarta Diminta Isolasi Mandiri)

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna yang juga ketua Gugus Tugas penanganan COVID-19 mengatakan, begitu ada pasien yang positif COVID-19 tanpa gejala akan langsung dirawat di aula Masjid Ash Shiddiq.
Menurut dia, hal tersebut sudah dipertimbangkan secara matang, sehingga dia menjamin keputusan ini akan aman dan masyarakat tidak perlu khawatir.

”Masyarakat gak usah khawatir, kita akan optimalkan petugas medisnya termasuk APD-nya. Jangan takut, kan kita juga ASN di sini dan kalau mau salat di bagian atas jadi tidak terganggu. Lagipula akses dengan masyarakat di sini cukup jauh, karena kan jalurnya perlintasan bukan permukiman," tuturnya.
(muh)
Berita Terkait
Dinilai Langgar Prokes,...
Dinilai Langgar Prokes, Polres Sumenep Bubarkan Hiburan Hajatan Warga
Kasus Meningkat, Edukasi...
Kasus Meningkat, Edukasi Pencegahan Corona Harus Terus Digencarkan
Lewat Wine, Aston Kutcher...
Lewat Wine, Aston Kutcher dan Mila Kunis Bantu Korban Covid-19
India Mencapai 10 Juta...
India Mencapai 10 Juta Kasus Infeksi Virus Corona
Pandemi Corona Memburuk,...
Pandemi Corona Memburuk, Siswa Eropa Kembali Bersekolah
Warung Bakso Disegel...
Warung Bakso Disegel Lantaran Pemiliknya Baru Pulang dari Daerah Pandemi
Berita Terkini
Kebakaran Landa TPA...
Kebakaran Landa TPA Cipayung Depok, 8 Unit Damkar Dikerahkan
2 jam yang lalu
Polda Papua: Mortir...
Polda Papua: Mortir Sisa PD II di Biak Meledak saat Digergaji 5 Orang
5 jam yang lalu
KM Nurul Salsa Tenggelam...
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Pulau Polassi Sulsel: 1 Meninggal dan 23 Hilang
6 jam yang lalu
Gus Salam, Calon Ketum...
Gus Salam, Calon Ketum PBNU yang Dukung Argentina Sejak 1986
6 jam yang lalu
Dilaporkan ke Polres...
Dilaporkan ke Polres Jaksel, Roy Suryo Langsung Pamerkan IPK 3,86
7 jam yang lalu
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi Bupati Fadia Arafiq Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang
7 jam yang lalu
Infografis
Muhammad Jadi Nama Terpopuler...
Muhammad Jadi Nama Terpopuler untuk Bayi Lelaki di Inggris Raya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved