7 Kecamatan di Kabupaten Bogor Masuk Zona Merah COVID-19

Minggu, 05 April 2020 - 11:48 WIB
7 Kecamatan di Kabupaten...
Juru Bicara (jubir) Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor dr Kusnadi mengungkapkan, tujuh kecamatan di Kabupaten Bogor masuk zona merah persebaran virus Corona atau COVID-19. Ilustrasi/SINDOnews
A A A
Juru Bicara (jubir) Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor dr Kusnadi mengungkapkan, tujuh kecamatan di Kabupaten Bogor masuk zona merah persebaran virus Corona atau COVID-19. Dari 20 kasus positif virus Corona diketahui tiga orang meninggal berasal dari kecamatan zona merah.

"Sesuai data monitoring yang dipublikasikan, ada tujuh kecamatan masuk zona merah, yaitu Gunung Putri, Parung Panjang, Cileungsi, Cibinong, Bojonggede, Jonggol, dan Ciomas. Sebagian besar berada di daerah perbatasan (DKI Jakarta, Depok, Bekasi dan Kota Bogor)," ungkapnya, Sabtu (4/4/2020).

Sekadar diketahui berdasarkan data website geoportal.bogorkab.go.id/Covid19 yang juga dimuat dalam akun resmi media sosial Pemkab Bogor dan BPBD Kabupaten Bogor disebutkan hingga Sabtu (4/4/20200 pukul 19.00 WIB, kasus positif COVID-19 berjumlah 20 kasus. Sebanyak 3 di antaranya meninggal dunia dan 2 orang selesai atau sembuh.

Sedangkan untuk PDP total mencapai 348 dengan rincian 2 meninggal dunia, 90 selesai atau sembuh, dan masih dalam pengawasan sebanyak 258 orang. Adapun ODP total berjumlah 711 orang, selesai 460 orang dan masih dalam pemantauan sebanyak 251 orang. (Baca juga; Bupati Bogor Bantah Tutupi Data Pasien COVID-19 )

Dr Kusnadi yang juga Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menambahkan, sengaja tak mencantumkan pasien PDP yang meninggal dalam laporan monitoring yang dipublikasikan melalui website covid19 Kabupaten Bogor dan media sosial.

"Kenapa PDP (meninggal) tidak kami ekspose karena belum ada hasil lab. Yang kita ekspoes yang positif. Karena menjadi hitungan yang positif saja. Kalau sekarang PDP meninggal diupload (dimuat) dalam website dan media sosial karena sudah banyak laporan dari beberapa rumah sakit," jelasnya.

Bahkan pihaknya tak menepis kalau jumlah kasus riil di lapangan bisa lebih banyak dibandingkan data yang dilaporkan dan dipublikasikan. "Iya jumlahnya bisa lebih besar. Karena semua yang meninggal PDP meski hasilnya nanti negatif atau belum diketahui, dalam pemulasarannya sesuai standard kasus penanganan jenazah COVID-19," katanya.
(wib)
Berita Terkait
Kabupaten Bogor Tak...
Kabupaten Bogor Tak Ada Penambahan Pasien Positif COVID-19
Di Kabupaten Bogor Jumlah...
Di Kabupaten Bogor Jumlah Kasus Positif Corona Mencapai 99 Orang
Pasien Positif COVID-19...
Pasien Positif COVID-19 Kabupaten Bogor Bertambah Jadi 94 Orang
Satu PNS Dinkes Kabupaten...
Satu PNS Dinkes Kabupaten Bogor Positif Terpapar Covid-19
Datang Lebih Pagi, Warga...
Datang Lebih Pagi, Warga Slum Area di Tajur Halang Antusias Ikut Vaksinasi
Pasien Positif Covid-19...
Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor Bertambah 5 Orang
Berita Terkini
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
35 menit yang lalu
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
2 jam yang lalu
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
8 jam yang lalu
Berbekal PROPER Hijau,...
Berbekal PROPER Hijau, Langkah Nyata Transformasi Ekologis Diperkuat di Sulawesi Tenggara
9 jam yang lalu
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
10 jam yang lalu
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
12 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved