Sidang Pengadilan Musik Bongkar Lagu Mawang

Jum'at, 01 November 2019 - 11:07 WIB
Sidang Pengadilan Musik...
Mawang saat menjadi terpidana pada DCDC Pengadilan Musik episode 37 di Kantin Nasion Rumah The Panas Dalam, Jalan Ambon, Kota Bandung, Kamis malam (31/10/2019). Foto/SINDOnews/Arif Budianto
A A A
Lama dinanti, sidang Djarum Coklat Dot Com (DCDC) Pengadilan Musik akhirnya mendatangkan penyanyi solo yang lagi naik daun, Mawang. Kehadiran Mawang banyak dinanti lantaran karyanya yang berjudul "Kasih Sayang Kepada Orang Tua" sempat viral.
Sidang Pengadilan Musik Bongkar Lagu Mawang

Tak heran, DCDC Pengadilan Musik edisi 37 di Kantin Nasion Rumah The Panas Dalam, Jalan Ambon, Kota Bandung, banyak menarik minat kawula muda. Sidang pada Kamis (31/10/2019) malam itu penuh oleh para penonton yang ingin tahu lebih dalam latar belakang, inspirasi, dan lagu Mawang yang cenderung tak bisa dipahami itu.

"Maknanya itu menyampaikan kasih sayang kepada orang tua. Bahwa kasih sayang kepada mereka tidak bisa disampaikan dengan kata-kata," kata pria yang memiliki nama lengkap Ridwan Mawang Sanja Irawan, saat menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Budi Dalton dan Pidi Baiq.

Dia pun menceritakan lebih dalam tentang proses pembuatan lagu itu. Awalnya, Mawang membuat dalam versi lirik yang bisa dipahami, menggunakan bahasa biasa. Namun setelah dinyanyikan, ternyata banyak sekali ungkapan terima kasih yang tidak bisa diungkap.

"Tapi setelah dinyanyikan, ternyata banyak sekali yang ingin disampaikan kepada orang tua. Jadi kemudian dibawakan seperti itu. Itu hanya ekspresi saja, makanya saat dibawakan akan berbeda antara di tempat ini dan lainnya, tergantung kondisinya," beber pria yang mengenyam pendidikan di ISBI Bandung Jurusan Karapitan.

Selepas lulus dari ISBI dengan gelar Sarjana Seni, Mawang aktif dalam pembuatan musik teater, tari, dan film. Dia juga berkiprah sebagai guru di beberapa sekolah tingkat menengah dan atas di Kota Bandung. Selain menyanyi, Mawang juga mempunyai kemampuan memainkan alat musik, seperti gitar dan drum yang membuatnya dipercaya sebagai guru privat.

Semasa kuliah, dia bersama kawan-kawannya di kampus pada tahun 2011 melakukan berbagai jenis eksperimen musik. Dia sempat bergabung di band Djedje Pump dan Inconsistence. Sementara, bersama band Embrio Projexxx, Mawang melakukan eksplorasi di ranah musik eksperimental, dari mulai penggabungan musik pop, rock, blues hingga musik etnik.

"Sudah ada 10 kali gabung di band dan itu vakum, karena kesibukan masing-masing. Hingga akhirnya saya memilih solo karier namun tetap diiringi band. Termasuk pada lagu berjudul Kasih Sayang Kepada Orang Tua ini," jelas dia.

Selama solo karier, banyak lagu yang dibuat oleh Mawang yang kerap direkam secara mandiri dan dimainkan di beberapa acara musik. Mawang telah merilis empat single yang berjudul "Aku Kamu", "Hey Kau Yang Cantik", "Kelinci Kura-Kura", dan "Kasih Sayang Kepada Orang Tua".

Akhirnya, single berjudul 'Kasih Sayang Kepada Orang Tua" yang secara iseng diunggah oleh kawannya mendadak viral di YouTube dan mengundang banyak komentar di kalangan warganet.

"Lirik itu penting atau tidak, itu sangat relatif. Makanya di salah satu lagu saya ada yang tanpa lirik. Namun itu mengisyaratkan sebuah pesan. Kalau disebut lagu saya di luar pakem, menurut saya di musik tidak ada pakem. Saya tidak merasa melawan pakem. Dan ternyata banyak juga di luar sana yang di luar pakem juga," jelas dia.

Seperti Pengadilan Musik lainnya, Mawang diadili oleh dua Jaksa Penuntut yaitu Budi Dalton dan Pidi Baiq. Kursi Pembela ditempati oleh Yoga (PHB) dan Ruly Cikapundung. Pengadilan dipimpin oleh seorang Hakim yaitu Man (Jasad) dan jalannya persidangan diatur oleh Eddi Brokoli sebagai Panitera.

Perwakilan panitia penyelenggara dari Atap Promotions Giovitano mengatakan, dihadirkannya Mawang pada sidang kali ini tak hanya karena karyanya yang viral, tetapi karena Mawang punya talenta pada bidang musik.

"Kami ingin masyarakat tahu seperti apa karyanya. Karena ternyata dia juga punya bakat, punya karya yang lain dan bagus selain karya yang viral itu," kata Gio.

Dia pun bersyukur, DCDC Pengadilan Musik memasuki episode 37, atau telah berjalan tiga tahun satu bulan. Selama itu, event ini mendapat respons positif dari kawula muda.
(zik)
Berita Terkait
Rekam Jejak Band Dongker...
Rekam Jejak Band Dongker Dikupas DCDC Pengadilan Musik
Edisi Perdana DCDC Pengadilan...
Edisi Perdana DCDC Pengadilan Musik Virtual Seret Ardhito Pramono ke Kursi Terdakwa
Lagu Ambisius Jadi Viral,...
Lagu Ambisius Jadi Viral, Chintya Gabriella Hadir di DCDC Pengadilan Musik
Usai Manggung di Jerman,...
Usai Manggung di Jerman, Ludicia Langsung Diseret ke Pengadilan Musik
Adili The Panturas,...
Adili The Panturas, Sukses Pukau Hakim atas Musik Rock Selancar Kontemporer
30 Tahun Berkarya, Pas...
30 Tahun Berkarya, Pas Band Dimintai Pertanggungjawaban di Pengadilan Musik
Berita Terkini
Sudirman Said: Kepemimpinan...
Sudirman Said: Kepemimpinan Berkelanjutan Lahir dari Sistem yang Kuat
1 jam yang lalu
Suma UI Dukung LGBT,...
Suma UI Dukung LGBT, Universitas Indonesia Lakukan Evaluasi Internal
1 jam yang lalu
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
2 jam yang lalu
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
10 jam yang lalu
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
10 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
13 jam yang lalu
Infografis
DPR Kumandangkan Lagu...
DPR Kumandangkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Setiap Pagi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved