Karhutla Kerap Terjadi, BPBD Majalengka Kekurangan Perlengkapan Jinakkan Api

Sabtu, 21 September 2019 - 22:54 WIB
Karhutla Kerap Terjadi,...
Petugas BPBD Majalengka saat berusaha memadamkan api. Foto/Istimewa
A A A
Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat terbilang cukup banyak. Selain puncak Gunung Ciremai beberapa bulan lalu, puluhan kasus kebakaran juga terjadi di sejumlah titik.

Bulan ini saja, tepatnya hingga tanggal 20 September 2019, tercatat sebanyak 25 kasus kebakaran lahan dan hutan yang diterima BPBD Kabupaten Majalengka. Terakhir, kebakaran terjadi di Desa Teja dan Indrakilir, Kecamatan Rajagaluh pada 20 Sepember dan menghanguskan lahan seluas 1 haktare.

Dalam kurun waktu 20 hari itu, kebakaran paling besar terjadi Kelurahan Babakan Jawa, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka. Dalam musibah yang terjadi pada 13 September itu, api melalap lahan seluas 12,1 hektare.

Banyaknya kasus kebakaran selama September ini ternyata tidak dibarengi dengan perlengkapan petugas yang memadai. Hingga saat ini, perlengkapan yang dimiliki petugas BPBD untuk menjinakkan karhutla, cenderung masih minim.

"Minim peralatan. Saat ini kelengkapannya hanya dua baju tahan api, sepatu, dan helm. Kami sendiri, anggota yang piket tiap hari sebanyak 10 orang," kata Manajer Pusdaop Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kabupaten Majalengka Indrayanto kepada SINDOnews, Sabtu (21/9/2019).

Dia mengakui, dengan fasilitas yang hanya sebanyak itu, petugas BPBD bisa dikatakan jauh dari kata aman. Risiko terbakar mengancam.
"Itu yang perlengkapan di badan saja. Belum lagi peralatan yang digunakan untuk memadamkan. Selama ini kasus-kasus kebakaran itu terjadinya di medan yang berat," jelas dia.

Melihat risiko yang lumayan besar, Indra mengaku pihaknya saat ini sedang mendata peralatan yang dibutuhkan, agar lebih safety saat melakukan tugas pemadaman. Diharapkan, ke depan para petugas akan lebih aman lagi saat bergelut dengan api yang membakar lahan.

"Ya saat turun ke lapang, yang lainnya pakai pakaian preman saja, karena kan baju tahan apinya ada dua. Alhamdulillah, hingga saat ini tidak ada kejadian-kejadian yang tidak diinginkan dialami oleh teman-teman saat bertugas di lapangan," jelas dia.

Sementara , dalam melakukan pemadaman, lanjut Indra ada dua cara yang dilakukan petugas. Selain memadamkan api secara langsung, penanganan juga dilakukan dengan cara membuat sekat bakar. Jika lokasi kebakaran cenderung mudah, akan melibatkan mobil damkar.

"Kalau daerahnya yang sulit, ya tidak bisa mengerahkan unit dari damkar. Alhamdulillah ada support dari masayarakat pencinta alam."
(zik)
Berita Terkait
264 Hektare Lahan Gambut...
264 Hektare Lahan Gambut di Muarojambi Terbakar, Tim Satgas Karhutla Kewalahan
6 Hari Kebakaran, 60...
6 Hari Kebakaran, 60 Hektare Lahan di Kobar Ludes, Petugas Kesulitan Padamkan Api
Petugas Gabungan Masih...
Petugas Gabungan Masih Berusaha Padamkan Karhutla Parigi Moutong
Atasi Karhutla, Polri...
Atasi Karhutla, Polri Didorong Berantas Pembakar Hutan
Danrem Gapo: Warga dan...
Danrem Gapo: Warga dan Perusahaaan Diminta Hentikan Membuka Lahan dengan Membakar
Peran Optimal dari MPA...
Peran Optimal dari MPA dan Paralegal Bisa Mencegah Karhutla
Berita Terkini
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
1 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
1 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
2 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
2 jam yang lalu
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
2 jam yang lalu
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
3 jam yang lalu
Infografis
Di Mana Perang Dunia...
Di Mana Perang Dunia III akan Terjadi? Ini Titik Geopolitik Terpanas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved