BKSDA Bakal Evakuasi Hewan Titipan, Wali Kota Solo Pasrah

Selasa, 01 Juli 2014 - 20:35 WIB
BKSDA Bakal Evakuasi...
BKSDA Bakal Evakuasi Hewan Titipan, Wali Kota Solo Pasrah
A A A
SOLO - Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengaku tidak bisa menghalang-halangi langkah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Tengah yang akan mengevakuasi hewan yang dititipkan di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ). Evakuasi itu dilakukan sebagai buntut dari matinya beberapa satwa titipan secara mengenaskan.

Pria yang akrab disapa Rudy itu mempersilakan jika BKSDA akan mengambil hewan-hewan titipan yang ada di TSTJ dan dipindahkan ke lembaga konservasi lain. Pasalnya, BKSDA memiliki kewenangan penuh terhadap hewan-hewan yang dititipkan di lembaga konservasi tertua di Kota Solo tersebut. Sedangkan TSTJ hanya sebagai tempat penitipan yang ditugasi untuk merawat satwa yang ada.

"Kalau memang ada tempat lain yang lebih baik dari TSTJ maka kami tidak mempermasalahkannya, silakan diambil," ucapnya, ketika ditemui KORAN SINDO, Selasa (1/7/2014) siang.

Meski demikian, pihaknya berharap agar BKSDA memberikan kesempatan satu kali lagi bagi perusahaan daerah milik Pemerintah Kota Solo itu untuk memelihara satwa yang dititipkan. Menurutnya, jika kepercayaan itu kembali diberikan oleh BKSDA, pihaknya mengaku tidak akan menyia-nyiakannya. "Kalau diberi kepercayaan lagi, kita akan evaluasi secara menyeluruh di setiap komponen yang ada di TSTJ, termasuk para PKL yang harus ditata demi keselamatan satwa," tegas Rudy.

Kepala Satuan Kerja Wilayah Satu BKSDA Provinsi Jawa Tengah Johan Setiawan mengatakan, evakuasi yang bekal dilakukan BKSDA itu murni karena alasan kesehatan. Menurutnya sejumlah satwa dari jenis orangutan akan dipindahkan ke tempat lain agar memiliki harapan hidup lebih panjang di tempat lain. Apalagi, saat ini kandang orangutan TSTJ kurang representatif, sehingga akan sangat mempengaruhi kesehatan orangutan itu.

Sedangkan untuk masalah Pedagang Kaki Lima (PKL), menurut Johan, tidak ada pengaruhnya dengan kematian satwa yang terjadi beberapa waktu lalu. "Kandang orangutan kan di tengah pulau, padahal air yang ada di danau buatan itu merupakan air limbah yang sangat berbahaya bagi satwa yang ada," ucapnya.
(zik)
Berita Terkait
Senangnya Melihat Kebun...
Senangnya Melihat Kebun Binatang Surabaya Bisa Kembali Dibuka
Akun IG Kebun Binatang...
Akun IG Kebun Binatang Bandung Dibajak, Pengelola Khawatir Dipakai Himpun Bantuan
Kebun Binatang Surabaya...
Kebun Binatang Surabaya Tetap Jadi Tempat Favorit Liburan Tahun Baru
Tidak Mudik Lebaran,...
Tidak Mudik Lebaran, Warga Sidoarjo Ini Ajak Anaknya Mengenal Satwa KBS
Kesulitan Pakan, Satwa...
Kesulitan Pakan, Satwa Kebun Binatang Bandung Dapat Sumbangan Warga
Enam Telur Komodo Menetas...
Enam Telur Komodo Menetas di Kebun Binatang Florida
Berita Terkini
Kementan Dukung Pengembangan...
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1
52 menit yang lalu
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
2 jam yang lalu
Kakanwil Imigrasi Bali...
Kakanwil Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
3 jam yang lalu
Serahkan Jenazah Pilot...
Serahkan Jenazah Pilot PT AMA, Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pelayan Kemanusiaan
3 jam yang lalu
Penelitian Unair: Galon...
Penelitian Unair: Galon Polikarbonat Tak Terkait Gangguan Hormon hingga Kanker
5 jam yang lalu
Pramono Minta Penambahan...
Pramono Minta Penambahan 1.000 Siswa Sekolah Rakyat untuk Anak Broken Home hingga Pengamen
5 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved