alexa snippet

Cerita Pagi

Andi Djemma, Pejuang Luwu yang Kobarkan Perang terhadap Belanda

Andi Djemma, Pejuang Luwu yang Kobarkan Perang terhadap Belanda
Andi Djemma bersama Presiden Soekarno. Foto: Wikipedia
A+ A-
Andi Djemma dilahirkan di Palopo, Luwu. Ia hanya sempat mengenyam pendidikan hingga tingkat sekolah dasar. Ibunda Andi Djemma, yakni Andi Kombo merupakan pemimpin kerajaan Luwu.

Namun menjelang tahun 1906, Belanda berhasil menaklukan kerajaan itu. Sebagai calon datu, ia mempelajari segala hal mengenai pemerintahan dan tradisi kerajaan dari sang ibu serta pejabat-pejabat tinggi istana.

Pada tahun 1919, ia memegang jabatan setingkat wedana di Kolaka. Amanah itu diembannya hingga tahun 1923. Setelah itu ia kembali ke kota kelahirannya, Palopo dan dipersiapkan untuk menjadi datu.

Sementara itu, ia mulai mengenal paham nasionalisme. Ia dipercaya memimpin sebuah organisasi yang merupakan cabang dari sebuah partai politik di Jawa. Sejak itulah, pemerintah kolonial Belanda mengawasi kegiatan Andi Djemma.

Pada saat Andi Kombo meninggal dunia di tahun 1935, golongan yang pro-Belanda berusaha menghalang-halangi pengangkatan Andi Djemma sebagai datu Kerajaan Luwu.

Namun, karena dukungan dari rakyat Luwu, usaha itu pun berhasil digagalkan. Mereka mengancam akan mengadakan kerusuhan jika Andi Djemma tidak diangkat menjadi datu.

Selama menjadi datu, organisasi kebangsaan dan agama seperi Partai Serikat Islam Indonesia (PSII) dan Pendiri Muhammadiyah 1912 Muhammadiyah diberinya lebih banyak ruang untuk menjalankan kegiatannya di Kerajaan Luwu. Meski pun kebijakannya itu kurang disenangi oleh para pemangku adat kerajaan.

Sebagai seorang pemimpin daerah yang memiliki nasionalisme tinggi, ia menyambut baik terselenggaranya Proklamasi Kemerdekaan yang sekaligus menandai berdirinya Negara Republik Indonesia (RI).

Setelah kemerdekaan diproklamirkan, ia mengeluarkan pernyataan bahwa kerajaan Luwu merupakan bagian dari negara RI.

Untuk menyatukan sikap dan menentang kembalinya kekuasaan Belanda, pada September 1945, ia memprakarsai pertemuan raja-raja Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Sulawesi Selatan di Watampone.

dibaca 7.035x
halaman ke-1 dari 3
loading gif
Top