alexa snippet

CERITA PAGI

Kisah Raden Angga Wacana dan Sejarah Janur Kuning

Kisah Raden Angga Wacana dan Sejarah Janur Kuning
Ilustrasi Foto Riasan Janur Kuning/Okezone
A+ A-
Raden Angga Wacana merupakan salah satu tokoh penyebar agama Islam di wilayah Sukapura, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran. Namun tak banyak orang yang mengetahui mengenai sejarah tokoh tersebut, karena tidak dicantumkan dalam buku kurikulum atau ditulis dalam sebuah buku muatan lokal.

Sejarah tersebut hanya dituangkan dalam sebuah buku Babad Cijulang yang merupakan buku kumpulan sejarah dan sebagai Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) nya para karuhun orang Cijulang.

Dalam buku Babad Cijulang diterangkan nama Raden Angga Wacana pada waktu kecil bernama Naga Wacana, seiring dengan usianya yang terus bertambah dan ilmu agamanya semakin fasih, akhirnya dijuluki Raden Angga Wacana.

Salah satu tokoh supranatural asal Cijulang Tatang mengatakan, dikisahkan suatu hari Raden Angga Wacana mendapat kabar bahwa di Kerajaan Cirebon ada sayembara para jawara se Nusa-Jawa.

Peserta sayembara tersebut oleh Raja Cirebon akan diuji untuk meratakan Gunung Hata.  Sehingga siapa saja yang berhasil meratakannya akan diberi hadiah salah satu putri Raja Cirebon untuk dinikahi.

“Rencana Raja Cirebon meratakan Gunung Hata bertujuan untuk mendirikan sebuah masjid agar penyebaran Agama Islam bisa maksimal,” kata Tatang.

Kemudian Raden Angga Wacana akhirnya berpamitan ke istrinya hendak mengikuti sayembara tersebut, akhirnya istrinya pun mengizinkannya. Kepergian Raden Angga Wacana hanya dibekali satu nasi bungkus atau nasi timbel untuk menuju lokasi sayembara.

“Setelah sampai di lokasi sayembara, Raden Angga Wacana tidak masuk arena, namun dia merangkai sisa serpihan kayu tatal untuk dijadikan pondasi dan rangka bangunan masjid diluar arena sayembara,” tambah Tatang.

Dengan ilmu yang dimiliki Raden Angga Wacana akhirnya berhasil membuat pondasi dan rangka bangunan masjid dalam hitungan jam.

Setelah rangka dan pondasi selesai dibuat akhirnya Raden Angga Wacana mulai meratakan Gunung Hata dan mulai meletakan rangka dengan pondasinya.

dibaca 17.430x
halaman ke-1 dari 3
loading gif
Top