Revitalisasi TIM Kembali Jalan Usai Konflik JakPro dengan Seniman Mereda
Selasa, 14 Juli 2020 - 06:13 WIB
loading...
A
A
A
"Seniman memberikan masukan soal segala macam. Sudah kita akomodasi misalnya memberi tempat latihan (berkesenian). Tapi, tidak semua kita akomodasi, kalau desain (gedung), enggak bisa," ungkap Dwi.
Dwi juga menampik adanya komersialisasi pada revitalisasi TIM. Komersialisasi yang dikhawatirkan para seniman, menurutnya adalah optimalisasi. Kata dia, Jakpro hanya melakukan minimalisasi pengeluaran biaya modal pembangunan yang dibebankan dari APBD.
"Optimalisasi beda dengan komersialisasi. Kita meminimalisasi biaya yang ditanggung oleh pemprov. Kan kita harus memutar otak bagaimana supaya biaya rutin pemeliharan enggak menjadi besar dan bersumber dari APBD. Jangan kembali lagi kepada konsep komersialisasi," tandasnya.
Dwi juga menampik adanya komersialisasi pada revitalisasi TIM. Komersialisasi yang dikhawatirkan para seniman, menurutnya adalah optimalisasi. Kata dia, Jakpro hanya melakukan minimalisasi pengeluaran biaya modal pembangunan yang dibebankan dari APBD.
"Optimalisasi beda dengan komersialisasi. Kita meminimalisasi biaya yang ditanggung oleh pemprov. Kan kita harus memutar otak bagaimana supaya biaya rutin pemeliharan enggak menjadi besar dan bersumber dari APBD. Jangan kembali lagi kepada konsep komersialisasi," tandasnya.
(nbs)
Lihat Juga :