11 anggora Komisi II DPRD Pekalongan Studi Banding Pasar Tradisional di Sleman

Senin, 13 Juli 2020 - 18:56 WIB
loading...
11 anggora Komisi II...
Pemkab Sleman saat menerima kunker komis II DPRD Pekalongan di Pemkab Sleman, Senin (13/7/2020). Foto SINDOnews
A A A
SLEMAN - Sebanyak 11 anggora Komisi II DPRD Pekalangan di tengah pandemi Corona telah melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Sleman, Senin (13/7/2020). Kunker tersebut dalam rangka studi banding tentang pengembangan dan pengelolaan pasar tradisional di Sleman.

Ini merupakan kunker pertama yang diterima Pemkab Sleman di saat pendemi COVID-19. Sebab sejak 1 Mei 2020 hingga 30 Juni 2020 Sleman tidak menerima tamu atau kunjungan kerja. Namun sejak 1 Juli 2020, Pemkab Sleman sudah menerima kunjungan. (Baca: Anggota DPRD Jateng Meninggal Diduga COVID-19, Kantor Wakil Rakyat Tutup 3 Hari)

Namun dengan beberapa ketentuan sebagaimana diatur dalam surat Nomor 090/01511 tanggal 30 Juni 2020 tentang Ketentuan Penerimaan Kunjungan Kerja atau Studi Banding Di Kabupaten Sleman. Di antaranya tamu wajib membawa dan menunjukkan surat keterangan rapid test dengan hasil Non-Reaktif yang masih berlaku 3 hari saat kunjungan dan yang dari daerah PSBB maka harus melampirkan surat keterangan PCR/Swab test dengan hasil negatif.

Hal tersebut juga diterapkan saat menerima rombongan komisi II DPRP Pekalongan. Yaitu seluruh rombongan harus membawa keterangan rapid diagnostic tes (RDT) non reaktif dari asalnya, memakai masker, cuci tangan dengan sabun di air mengalir yang telah disiapkan dan jaga jarak. Rombongan komisi II DPRD Pekalongan diterima asisten sekretaris daerah (Assekda) Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Sleman, Suyono.

Ketua Komisi II DPRD Pekalongan, Sumar Rosul mengatakan kunker ini untuk mengetahuai bagaimana pengelolaan dan pengembangan pasar tradisional. Sebab pasar di Sleman Jauh lebih berkembang, lebih nyaman dan tertata.

Sehingga masyarakat tidak ragu untuk berbelanja di pasar tradisonal. “Apa yang kami dapatkan dari Sleman nanti untuk meningkatkan mutu dan kinerja pasar tradisional di Kabupaten Pekalongan,” terang Sumar. (Baca: Anggota DPRD Diduga Meninggal Terpapar COVID-19, 51 Orang Di-rapid Test)

Suyono mengatakan untuk meningkatkan kenyaman pengunjung, Pemkab Sleman telah merenovasi beberapa pasar tradisional menjadi tempat yang nyaman layaknya pasar modern yang bersih dan tertata.

Selain itu, selama masa pandemi dan menghadapai adaptasi kehidupan baru, untuk transaksi di pasar tradional dilakukan secara online. “Untuk transaksi ini kami berkerjama dengan e-comerce,” terangnya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dudung Sidak Pasar Induk...
Dudung Sidak Pasar Induk Kramat Jati, Ini Hasilnya
Dipimpin Legislator...
Dipimpin Legislator Muda, Perindo Muaro Jambi Bidik Fraksi di DPRD
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari, Pramono: Mulai Agustus 2026 Wajib Dipilah
Perayaan 1 Dekade, Environesia...
Perayaan 1 Dekade, Environesia Group Gelar Aksi Donor Darah
Ahli Hukum Nilai Kasus...
Ahli Hukum Nilai Kasus Sri Purnomo Dipaksakan, Tak Bisa Dihukum jika Tidak Ada Mens Rea
Pramono Dorong 153 Pasar...
Pramono Dorong 153 Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
MELEDAK! Ribuan Warga...
MELEDAK! Ribuan Warga Kepung Gedung DPRD Kaltim, Protes Nepotisme Memanas!
Di Hadapan Para Ketua...
Di Hadapan Para Ketua DPRD, Panglima TNI: Silakan Ajak Prajurit Bangun Wilayah Kalian
Rekomendasi
Wang Chuanfu Yakin 5...
Wang Chuanfu Yakin 5 Tahun Lagi BYD Akan Jadi Penguasa Pasar Otomotif
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Berita Terkini
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Catat! Minggu Ini Tidak...
Catat! Minggu Ini Tidak Ada CFD di Jalan Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Agustus 2026, BMKG Ingatkan Dampak El Nino
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved