Aksi Kejahatan Meningkat, Begini Kata Kapolres Jakarta Pusat
Sabtu, 14 Januari 2023 - 16:49 WIB
loading...
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin. Foto: Dok/MPI
A
A
A
JAKARTA - Kriminalitas di Jakarta Pusat kembali marak. Terbaru, ialah kasus seorang sopir ojek online ( ojol ) yang dibegal di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis 12 Januari 2023.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin mengatakan, salah satu penyebab meningkatnya angka kriminalitas di wilayahnya hukumnya karena mulai maraknya aktivitas masyarakat. Ditambah, kata dia, penghapusan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Baca juga: Tak Bawa Sajam saat Rampas Motor Ojol, Pelaku Begal Cikini Cuma Modal Tendangan
"Dengan dibukanya kembali aktivitas masyarakat secara normal, ini geliat aktivitas pelaku kejahatan juga yang mulai menyasar ke berbagai tempat, mencari aktivitas-aktivitas terkait," ujar Komarudin saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (14/1/2023).
Komarudin menambahkan, Jakarta yang sempat sepi akibat PPKM, kini kembali ke hakikat aslinya, yakni tidak pernah tidur selama 24 jam. Alhasil, kata Komarudin, potensi kejahatan akan kian terbuka.
"Dengan geliat aktivitas masyarakat yang sudah timbul ataupun munculkan otomatis kegiatan mulai hidup, 1x24 jam Jakarta tidak pernah tidur artinya potensi-potensi ataupun peluang orang untuk melakukan kejahatan juga semakin terbuka lagi," imbuhnya.
Kendati demikian, kata Komarudin, pihaknya selalu menganalisa pola waktu, pola TKP hingga modus operandi setiap kejahatan termasuk begal. Sehingga, pihak kepolisian mampu memetakan dan mencegah adanya aksi kejahatan tersebut.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin mengatakan, salah satu penyebab meningkatnya angka kriminalitas di wilayahnya hukumnya karena mulai maraknya aktivitas masyarakat. Ditambah, kata dia, penghapusan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Baca juga: Tak Bawa Sajam saat Rampas Motor Ojol, Pelaku Begal Cikini Cuma Modal Tendangan
"Dengan dibukanya kembali aktivitas masyarakat secara normal, ini geliat aktivitas pelaku kejahatan juga yang mulai menyasar ke berbagai tempat, mencari aktivitas-aktivitas terkait," ujar Komarudin saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (14/1/2023).
Komarudin menambahkan, Jakarta yang sempat sepi akibat PPKM, kini kembali ke hakikat aslinya, yakni tidak pernah tidur selama 24 jam. Alhasil, kata Komarudin, potensi kejahatan akan kian terbuka.
"Dengan geliat aktivitas masyarakat yang sudah timbul ataupun munculkan otomatis kegiatan mulai hidup, 1x24 jam Jakarta tidak pernah tidur artinya potensi-potensi ataupun peluang orang untuk melakukan kejahatan juga semakin terbuka lagi," imbuhnya.
Kendati demikian, kata Komarudin, pihaknya selalu menganalisa pola waktu, pola TKP hingga modus operandi setiap kejahatan termasuk begal. Sehingga, pihak kepolisian mampu memetakan dan mencegah adanya aksi kejahatan tersebut.
Lihat Juga :