Periksa Hewan Kurban, Petugas Dispernakan Belum Temukan Sapi Sakit

Senin, 13 Juli 2020 - 14:58 WIB
loading...
Periksa Hewan Kurban,...
Petugas Dispernakan KBB, melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban dan memberikan label sehat kepada hewan yang sudah diperiksa dan dinyatakan sehat. Foto/SINDOnews/Adi Haryanto B
A A A
BANDUNG BARAT - Petugas Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB), melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah tempat. Hewan yang telah diperiksa dan dinyatakan sehat kemudian diberikan label dan surat keterangan bahwa hewan tersebut boleh dijual untuk kurban.

"Kami ingin memastikan hewan yang dijual ini sehat dan layak untuk dikonsumsi," kata Kepala Dispernakan KBB, Undang Husni Tamrin di Ngamprah, Senin (13/7/2020). (Baca:Selain Tuntut Izin Angkut Penumpang, Ojol Bandung Juga Tolak Tes COVID-19)

Pihaknya mensyaratkan bahwa hewan kurban yang akan dijual wajib diperiksa sebagai jaminan keamanan bagi masyarakat yang jadi konsumennya. Selain sehat hewan juga harus masih muda, tidak ada cacat, sesuai dengan yang disyariatkan dalam agama. Sapi atau domba harus memiliki kondisi sempurna dari buah zakar yang seimbang, mata jernih, cuping hidung basah, bulu bersih, dan segar.

Sampai saat ini pihaknya belum menemukan adanya hewan kurban yang dijual dalam kondisi sakit. Jika ditemukan hewan kurban dalam kondisi sakit maka tidak akan diberikan dulu label sehat dan akan diobati.

Kondisinya harus dipastikan sehat untuk bisa dijual, jika tidak maka disarankan hewan tersebut tidak dijual untuk kurban. "Temuan yang sakit sampai sekarang belum ada. Kalau yang cacingan bisa dilihat dari bulu rontok saat diusap, nanti kami minta tidak untuk dijual karena membahayakan saat dikonsumsi," tegasnya.

Kepala Seksi Zoonosis dan Kesrawan (Kesejahteraan Hewan) Dispernakan KBB, Acep Rohimat menambahkan, aturan ketat diberlakukan kepada pedagang dan pembeli hewan kurban. Hal itu sesuai dengan SE Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nomor: 008/SE/PK.320/F/06/2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban dalam Menghadapi Wabah Bencana Nonalam COVID-19.

"Penjual dan pembeli harus menggunakan baju lengan panjang dan sarung tangan sebagai antisipasi agar tidak ada virus yang langsung kena ke kulit, baik pedagang atau pembeli," tuturnya. (Baca: 4 Bulan, Klaim Biaya COVID-19 di Bandung Tembus Rp28 Miliar)

Sementra itu Entang, pemilik peternakan yang menjual hewan kurban di Cisarua, KBB, mengatakan, semua hewan kurban yang ada di tempatnya layak dijual dan dalam kondisi sempurna. "Tadi sudah dicek semuanya alhamdulillah sehat. Kami selalu menjaga kesehatan hewan untuk kurban, karena kalau sakit kami rugi juga," ucapnya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
Pemotongan Hewan Kurban...
Pemotongan Hewan Kurban Dharma Jaya Jadi Pilihan Sejumlah Instansi
Iduladha 1447 H, Yayasan...
Iduladha 1447 H, Yayasan Amal Indonesia Distribusikan Daging Kurban ke 9.360 Penerima Manfaat
Sapi Limosin 1 Ton Dikurbankan...
Sapi Limosin 1 Ton Dikurbankan untuk Santri dan Warga Bantaran Sungai di Depok
Semangat Berbagi Iduladha:...
Semangat Berbagi Iduladha: Belasan Hewan Kurban Disalurkan untuk Warga Karawang hingga Jakarta
Wujud Syukur 1 Dekade...
Wujud Syukur 1 Dekade Perjalanan, Environesia Group Salurkan 10 Hewan Kurban di Iduladha 1447 H
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
Lewat Program TJSL,...
Lewat Program TJSL, IFG Life Salurkan Hewan Kurban untuk Masyarakat
Sapi Kurban Banpres...
Sapi Kurban Banpres Prabowo Dibiayai APBN, Ulama NU Sebut Sah Menurut Fikih
Rekomendasi
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
Harley-Davidson Berusia...
Harley-Davidson Berusia Hampir 100 Tahun Dimodifikasi Jadi Motor Hybrid
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Hungaria 2026, Hapus Dahaga Gelar 266 Hari
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
Infografis
Fakta Mengejutkan, Ternyata...
Fakta Mengejutkan, Ternyata Buaya adalah Hewan yang Sangat Setia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved