Kutukan Keris Sakti Mpu Gandring Meminta Tumbal 3 Nyawa Raja Singasari
Rabu, 11 Januari 2023 - 07:51 WIB
loading...
A
A
A
Anusapati baru mengetahui ayah kandungnya adalah Anusapati, dan telah dibunuh oleh Ken Arok, setelah mendengar cerita dari ibunya, Ken Dedes. Ken Arok dihabisi oleh Anusapati saat makan di suatu petang oleh orang suruhan Anusapati, yang disebut Pangalasan.
Baca juga: Breaking News! Gempa Magnitudo 7,9 Guncang Maluku, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami
Demi menghilangkan jejak, Anusapati langsung menikamkan keris sakti yang baru digunakan untuk membunuh Ken Arok tersebut, ke tubuh Pangalasan. Pangalasan harus kehilangan nyawanya, saat dia tengah bergembira melaporkan hasil kerjanya membunuh Ken Arok kepada Anusapati.
Selanjutnya, justru Anusapati yang tewas oleh tikaman keris Mpu Gandring yang dilakukan oleh Tohjaya.Anusapati tewas saat ia tengah berjudi sabung ayam. Pasca tewasnya Anusapati, Tohjaya naik takhta menjadi Raja Singasari.
Kematian Anusapati meninggalkan luka bagi anaknya, Ranggawuni. Demi membalas dendam atas kematian ayahnya akibat dibunuh Tohjaya, Ranggawuni akhirnya menjalin persekutuan dengan Mahisa Campaka, anak Mahisa Wong Teleng anak keturunan Ken Arok dari Ken Dedes.
Tohjaya akhirnya tewas ditikam Ranggawuni. Kematian Tohjaya, membawa Ranggawuni naik takhta di Tumapel dengan gelar Sri Jaya Wisnuwardhana. Selain dipimpin oleh Ranggawuni, Tumapel saat itu juga dipimpin oleh Mahisa Campaka, dengan gelar Narasimhamurti.
Keduanya kemudian mengadakan pemerintahan bersama, dengan menyatukan Kerajaan Tumapel dan Kediri. Sejak masa itulah anak turun Tunggul Ametung, yang diwakili Ranggawuni, dan anak turun Ken Arok, Mahisa Campaka bersatu memimpin Tumapel. Kutukan keris Mpu Gandring akhirnya terputus, sejak Ranggawuni dan Mahisa Campaka bertahta, lalu menyatukan dua keturunan Ken Arok dan Tunggul Ametung.
Baca juga: Breaking News! Gempa Magnitudo 7,9 Guncang Maluku, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami
Demi menghilangkan jejak, Anusapati langsung menikamkan keris sakti yang baru digunakan untuk membunuh Ken Arok tersebut, ke tubuh Pangalasan. Pangalasan harus kehilangan nyawanya, saat dia tengah bergembira melaporkan hasil kerjanya membunuh Ken Arok kepada Anusapati.
Selanjutnya, justru Anusapati yang tewas oleh tikaman keris Mpu Gandring yang dilakukan oleh Tohjaya.Anusapati tewas saat ia tengah berjudi sabung ayam. Pasca tewasnya Anusapati, Tohjaya naik takhta menjadi Raja Singasari.
Kematian Anusapati meninggalkan luka bagi anaknya, Ranggawuni. Demi membalas dendam atas kematian ayahnya akibat dibunuh Tohjaya, Ranggawuni akhirnya menjalin persekutuan dengan Mahisa Campaka, anak Mahisa Wong Teleng anak keturunan Ken Arok dari Ken Dedes.
Tohjaya akhirnya tewas ditikam Ranggawuni. Kematian Tohjaya, membawa Ranggawuni naik takhta di Tumapel dengan gelar Sri Jaya Wisnuwardhana. Selain dipimpin oleh Ranggawuni, Tumapel saat itu juga dipimpin oleh Mahisa Campaka, dengan gelar Narasimhamurti.
Keduanya kemudian mengadakan pemerintahan bersama, dengan menyatukan Kerajaan Tumapel dan Kediri. Sejak masa itulah anak turun Tunggul Ametung, yang diwakili Ranggawuni, dan anak turun Ken Arok, Mahisa Campaka bersatu memimpin Tumapel. Kutukan keris Mpu Gandring akhirnya terputus, sejak Ranggawuni dan Mahisa Campaka bertahta, lalu menyatukan dua keturunan Ken Arok dan Tunggul Ametung.
(eyt)
Lihat Juga :