Penampakan Kerusakan Akibat Gempa Bumi Magnitudo 7,5 di Maluku
Selasa, 10 Januari 2023 - 07:14 WIB
loading...
Penampakan kerusakan akibat gempa bumi magnitudo 7,5 di Desa Watwey, Kecamatan Dalewor Dawera, Kabupaten Maluku Barat Daya. Foto/BNPB
A
A
A
JAKARTA - Gempa bumi magnitudo 7,5 mengguncang wilayah Maluku, Sulawesi Tenggara, dan Papua, Selasa (10/1/2023) dini hari, pukul 00.47 WIB. Gempa tersebut, mengakibatkan kerusakan sejumlah bangunan milik warga di Kabupaten Maluku Barat Daya.
Baca juga: Tsunami Dahsyat Porak-porandakan Ambon saat Laut Banda Berguncang 349 Tahun Silam
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi (Kapusdatinkom) BNPB, Abdul Muhari menyebutkan, BNPB menerima laporan visual kerusakan rumah dan bangunan masyarakat akibat gempa magnitudo 7,5 di wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya.
Dari gambar yang diterima BNPB, kerusakan bangunan akibat gempa bumi terjadi di Desa Watwey, Kecamatan Dalewor Dawera, Kabupaten Maluku Barat Daya. Kerusakan tersebut, di antaranya tembok rumah dan pagar sekolah roboh.
Baca juga: Breaking News! Gempa Magnitudo 7,9 Guncang Maluku, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami
BMKG juga sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami, sebagai dampak dari terjadinya gempa magnitudo 7,5. Namun, peringatan dini tsunami tersebut, akhirnya dicabut pada pukul 03.43 WIB.
![Penampakan Kerusakan Akibat Gempa Bumi Magnitudo 7,5 di Maluku]()
Gempa bumi tersebut berpusat di Laut Banda, dengan kedalaman 131 km, pada koordinat 7,25 Lintang Selatan (LS), dan 130,18 Bujur Timur (BT). Tepatnya berjarak 150 km Barat Laut Maluku.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono melalui akun resminya di Twitter @DaryonoBMKG menyebutkan, hingga pukul 03.00 WIB, telah terjadi empat kali gempa bumi susulan, dengan magnitudo M5,5; M4,8; M4,5; dan M4,1.
![Penampakan Kerusakan Akibat Gempa Bumi Magnitudo 7,5 di Maluku]()
Baca juga: Gempa di Darat Magnitudo 3,7 Guncang Pasaman Barat
"Berdasarkan hasil pengamatan tide gauge di sekitar sumber gempa, hingga pukul 03.00 WIB tidak tercatat adanya perubahan tinggi muka air laut yang signifikan (tidak terjadi tsunami)," tulis Daryono.
Sebelumnya dia menyebutkan, gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Saumlaki, dengan skala intensitas V MMI; daerah Dobo, dan Tiakur IV MMI; daerah Sorong, Kaimana, Alor, Waingapu, Waijelu, dan Lembata dengan skala intensitas III-IV MMI; serta daerah Kairatu, Merauke, Nabire, Tanah Merah, dan Wamena II-III MMI.
![Penampakan Kerusakan Akibat Gempa Bumi Magnitudo 7,5 di Maluku]()
Baca juga: Gempa Magnitudo 7,9 Guncang Maluku, Warga Fakfak Papua Panik Keluar Rumah
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi Laut Banda. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," ungkapnya.
Baca juga: Tsunami Dahsyat Porak-porandakan Ambon saat Laut Banda Berguncang 349 Tahun Silam
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi (Kapusdatinkom) BNPB, Abdul Muhari menyebutkan, BNPB menerima laporan visual kerusakan rumah dan bangunan masyarakat akibat gempa magnitudo 7,5 di wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya.
Dari gambar yang diterima BNPB, kerusakan bangunan akibat gempa bumi terjadi di Desa Watwey, Kecamatan Dalewor Dawera, Kabupaten Maluku Barat Daya. Kerusakan tersebut, di antaranya tembok rumah dan pagar sekolah roboh.
Baca juga: Breaking News! Gempa Magnitudo 7,9 Guncang Maluku, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami
BMKG juga sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami, sebagai dampak dari terjadinya gempa magnitudo 7,5. Namun, peringatan dini tsunami tersebut, akhirnya dicabut pada pukul 03.43 WIB.

Gempa bumi tersebut berpusat di Laut Banda, dengan kedalaman 131 km, pada koordinat 7,25 Lintang Selatan (LS), dan 130,18 Bujur Timur (BT). Tepatnya berjarak 150 km Barat Laut Maluku.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono melalui akun resminya di Twitter @DaryonoBMKG menyebutkan, hingga pukul 03.00 WIB, telah terjadi empat kali gempa bumi susulan, dengan magnitudo M5,5; M4,8; M4,5; dan M4,1.

Baca juga: Gempa di Darat Magnitudo 3,7 Guncang Pasaman Barat
"Berdasarkan hasil pengamatan tide gauge di sekitar sumber gempa, hingga pukul 03.00 WIB tidak tercatat adanya perubahan tinggi muka air laut yang signifikan (tidak terjadi tsunami)," tulis Daryono.
Sebelumnya dia menyebutkan, gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Saumlaki, dengan skala intensitas V MMI; daerah Dobo, dan Tiakur IV MMI; daerah Sorong, Kaimana, Alor, Waingapu, Waijelu, dan Lembata dengan skala intensitas III-IV MMI; serta daerah Kairatu, Merauke, Nabire, Tanah Merah, dan Wamena II-III MMI.

Baca juga: Gempa Magnitudo 7,9 Guncang Maluku, Warga Fakfak Papua Panik Keluar Rumah
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi Laut Banda. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," ungkapnya.
(eyt)
Lihat Juga :