Baku Tembak dengan KKB Papua di Pegunungan Bintang, 1 Polisi Tertembak
Sabtu, 07 Januari 2023 - 15:16 WIB
loading...
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan kembali melakukan aksi brutal. Seorang polisi tertembak. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
A
A
A
PEGUNUNGAN BINTANG - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan kembali melakukan aksi brutal.
Mereka menembak seorang anggota Polri saat kontak tembak.
Baca juga: Kejam! KKB Sebar Video Pembunuhan Tukang Ojek di Pegunungan Bintang
Baku tembak KKB dengan aparat keamanan terjadi di Kabiding Lokasi III Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Sabtu (7/1/2023).
Dalam baku tembak ini mengakibatkan seorang polisi anggota Polres Pegunungan Bintang tertembak.
Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fahkiri saat dikonfirmasi membenarkan adanya insiden tersebut.
"Memang benar ada baku tembak antara aparat keamanan dengan KKB dan seorang personel Polres Pegubin terluka tembak di pundak. Dan saat ini masih menunggu laporan lengkap," ujar Mathius Fakhiri.
Baca juga: KKB Makin Beringas, Bakar SMAN1 Oksibil di Pegunungan Bintang Papua
Irjen Pol Mathius D Fahkiri menambahkan hingga saat ini masih menunggu laporan selanjutnya.
Mereka menembak seorang anggota Polri saat kontak tembak.
Baca juga: Kejam! KKB Sebar Video Pembunuhan Tukang Ojek di Pegunungan Bintang
Baku tembak KKB dengan aparat keamanan terjadi di Kabiding Lokasi III Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Sabtu (7/1/2023).
Dalam baku tembak ini mengakibatkan seorang polisi anggota Polres Pegunungan Bintang tertembak.
Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fahkiri saat dikonfirmasi membenarkan adanya insiden tersebut.
"Memang benar ada baku tembak antara aparat keamanan dengan KKB dan seorang personel Polres Pegubin terluka tembak di pundak. Dan saat ini masih menunggu laporan lengkap," ujar Mathius Fakhiri.
Baca juga: KKB Makin Beringas, Bakar SMAN1 Oksibil di Pegunungan Bintang Papua
Irjen Pol Mathius D Fahkiri menambahkan hingga saat ini masih menunggu laporan selanjutnya.
(shf)
Lihat Juga :