Viral! Yayasan Pendidikan di Gowa Diduga Ajarkan Aliran Sesat
Senin, 02 Januari 2023 - 20:36 WIB
loading...
Tampak bangunan milik Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah yang diduga mengajarkan aliran sesat di Kabupaten Gowa. Foto: iNewsTV/Bugma
A
A
A
GOWA - Sebuah yayasan pendidikan di Kabupaten Gowa , Sulawesi Selatan mendadak viral karena diduga mengajarkan ajaran sesat . Pimpinannya diduga mengharamkan pengikutnya yang masih remaja untuk memakan daging, ikan dan meminum susu.
Yayasan yang bergerak di bidang pendidikan setara dengan sekolah menengah pertama itu berada di Kampung Butta Ejaya, Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.
Baca juga: Pencarian Korban Longsor Maros Resmi Ditutup, 4 Orang Masih Hilang Tertimbun
Yayasan pendidikan bernama Nur Mutiara Makrifatullah ini mendadak viral, karena diduga mengajarkan ajaran sesat, seluruh siswa berusia remaja yang menjadi pengikut diduga tidak dianjurkan untuk melaksanakan shalat lima waktu.
Selain diduga tidak mewajibkan pengikutnya shalat, pimpinan yayasan bahkan melarang siswanya untuk memakan daging, ikan serta minum susu.
Aliran bak kesucian ini telah didirikan sejak tahun 2019 lalu dan dibangun di lahan seluas seribu meter persegi, yayasan inipun memiliki kurang lebih seratus orang siswa atau pengikut yang hanya memberikan pendidikan paling lama tiga tahun.
Yayasan yang bergerak di bidang pendidikan setara dengan sekolah menengah pertama itu berada di Kampung Butta Ejaya, Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.
Baca juga: Pencarian Korban Longsor Maros Resmi Ditutup, 4 Orang Masih Hilang Tertimbun
Yayasan pendidikan bernama Nur Mutiara Makrifatullah ini mendadak viral, karena diduga mengajarkan ajaran sesat, seluruh siswa berusia remaja yang menjadi pengikut diduga tidak dianjurkan untuk melaksanakan shalat lima waktu.
Selain diduga tidak mewajibkan pengikutnya shalat, pimpinan yayasan bahkan melarang siswanya untuk memakan daging, ikan serta minum susu.
Aliran bak kesucian ini telah didirikan sejak tahun 2019 lalu dan dibangun di lahan seluas seribu meter persegi, yayasan inipun memiliki kurang lebih seratus orang siswa atau pengikut yang hanya memberikan pendidikan paling lama tiga tahun.
Lihat Juga :