Polisi Kerahkan Anjing Pelacak untuk Endus Jejak Pembunuh Mama Muda di Malang  

Kamis, 29 Desember 2022 - 08:31 WIB
loading...
Polisi Kerahkan Anjing...
Polres Malang menurunkan tim anjing pelacak dari unit K9 untuk mencari jejak pembunuh mama muda yang lari ke kawasan hutan di Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading
A A A
MALANG - Polres Malang masih kesulitan mencari jejak pembunuh mama muda yang lari ke kawasan hutan di Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Upaya penangkapan Sumarni (30), pelaku pembunuhan ke Linawati (33) pun belum membuahkan hasil.

Sulitnya medan tempat pelaku melarikan diri membuat polisi terpaksa menurunkan tim anjing pelacak dari unit K9 untuk mengendus keberadaan Sukarni.

Kasi Humas Polres Malang Iptu Achmad Taufik mengatakan, pelaku diduga kuat melarikan diri ke hutan yang ada di belakang permukiman tempat kejadian perkara (TKP). Informasi ini diperkuat oleh keterangan sejumlah saksi dari warga sekitar yang melihat Sukarni lari sambil membawa pisau, kemudian melarikan diri ke hutan di belakang rumahnya.

"Ada saksi yang melihat pelaku melarikan diri ke arah hutan di belakang rumah," ucap Taufik saat ditemui di Polres Malang, Kamis (29/12/2022).

Baca juga: Motif Pria Bunuh Mama Muda di Malang Terungkap, Korban dan Pelaku Terlibat Cinta Terlarang

Taufik menambahkan, anjing pelacak diturunkan karena mempertimbangkan di sekitar lokasi merupakan hutan. Sehingga, kemampuan Unit K9 sangat dibutuhkan untuk membantu penyelidikan.

"Tim K9 beranggotakan 5 personel gabungan Unit Satwa K9 Polresta Malang Kota dan Satsamapta Polres Malang, membantu dalam proses pencarian. Dua ekor anjing pelacak jenis Belgian Malinois diterjunkan untuk menyisir wilayah hutan yang diduga sebagai jalur pelarian pelaku," jelasnya.

Proses pencarian diawali dengan membaui anjing pelacak menggunakan barang-barang berupa pakaian yang diduga milik pelaku yang tertinggal di TKP. Tim kemudian bergerak menelusuri jalur sesuai yang diendus oleh kedua anjing pelacak.

Medan terjal dan jalan setapak sejauh 14 kilometer dilalui, hingga menuju arah pantai guna mencari petunjuk keberadaan pelaku. Peran anjing pelacak disebut dapat membantu memetakan area yang diduga sebagai pelarian maupun persembunyian dari pelaku, sehingga lebih mudah untuk pembagian personel dalam pencarian maupun antisipasi jalur yang akan dilaluinya.

"Hingga kini masih dilakukan pengejaran, kita berharap pelaku segera ditemukan sehingga bisa mengetahui fakta penyebab pelaku melakukan aksinya tersebut,” ungkapnya.

Sebelumnya, Sukarni diduga membunuh ibu muda bernama Linawati pada Minggu pagi (18/12/2022). Motifnya diduga kuat Sukarni cemburu korban Linawati akhirnya kembali ke suami sahnya Ngadilan (38) di Dusun Licin, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, setelah keduanya sempat menjalin hubungan terlarang berselingkuh di luar pulau.

Linawati sendiri meregang nyawa di rumah suaminya usai tusukan pisau dari Sukarni sebanyak lima kali di perut, dua luka sayatan di lengan atas dan punggung belakang. Selain itu petugas juga menemukan luka iris di seluruh bagian leher yang memotong seluruh pembuluh darah dan saluran pernapasan.

Pasca kejadian itu Sukarni lantas melarikan diri ke hutan karena kepergok anak korban yang berteriak minta tolong ke warga lainnya. Namun sulitnya medan hutan membuat polisi dibantu warga masih kesulitan mencari jejak keberadaan pelaku.

Sementara dari dalam rumah tidak ada barang yang hilang. Polisi menduga pelaku sudah mengetahui detil rumah. Artinya, S sebenarnya sudah memetakan ruangan rumah sehingga dia dengan mudahnya masuk dan melakukan aksinya.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Latja di Polres Malang,...
Latja di Polres Malang, Taruna Akpol Didorong Pahami Implementasi Program Presisi
Hasil Autopsi Ungkap...
Hasil Autopsi Ungkap Balita di Bekasi Tewas dengan 32 Tusukan
Sadis! Perempuan Dibunuh...
Sadis! Perempuan Dibunuh dan Dibakar Mantan Pacar, Jasadnya Dibuang ke Sungai Enim
Kasus Pembunuhan Balita...
Kasus Pembunuhan Balita di Bekasi, Polisi Tetapkan Paman Jadi Tersangka
Tragis, Balita 2 Tahun...
Tragis, Balita 2 Tahun Tewas dengan Luka Tusukan di Bekasi
Warga Negara Korsel...
Warga Negara Korsel Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Bekasi, Diduga Dibunuh
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Oditur Militer Minta...
Oditur Militer Minta Majelis Hakim Tolak Pledoi Terdakwa Kasus Pembunuhan Kacab Bank
Rekomendasi
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup B Piala Dunia 2026: Swiss dan Kanada Tembus 32 Besar, Qatar Tersingkir
Berita Terkini
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved