BPOM Sidak Sejumlah Toko di Kota Palu, Periksa Keamanan Mutu Pangan
Selasa, 27 Desember 2022 - 00:30 WIB
loading...
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan inspeksi mendadak (sidak) sejumlah toko di Kota Palu, Sulawesi Tengah untuk memeriksa kualitas mutu pangan. Foto Antara
A
A
A
PALU - Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM ) melakukan inspeksi mendadak (sidak) sejumlah toko di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Kedatangan BPOM untuk memeriksa kualitas mutu pangan dalam kemasan yang dijual di ritail modern di momen Natal dan Tahun Baru 2023.
"Kami melakukan intensifikasi pengawasan untuk memastikan produk pangan di peredaran aman dan bermutu," kata Kepala BPOM Palu, Agus Riyanto, Senin (26/12/2022). Baca juga: 192.000 Sirup Obat Anak Dimusnahkan, Kandungan Etilen Glikol dan Dietilen Glikol Lebihi Batas
Ia menjelaskan, intensifikasi pengawasan pangan olahan dilaksanakan dengan memprioritaskan target pangan olahan tanpa izin edar (TIE), kedaluwarsa, dan rusak (kemasan penyok, kaleng berkarat, dan lain-lain pada sarana peredaran pangan baik importir/distributor, pasar tradisional, para pembuat dan/atau penjual parsel.
BPOM melibatkan lintas sektor Pemerintah Daerah sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tengah secara bertahap mulai dari 1 Desember 2022 hingga 4 Januari 2023 yang terbagi dalam lima tahap, yakni di Kota Palu, Kabupaten Morowali Utara, Poso, Tolitoli dan Buol.
"Hari ini kami dan tim terpadu melakukan pengawasan tahap keempat berlangsung di Kota Palu terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Palu di distributor, hingga pasar modern dan tradisional guna untuk menjamin keamanan pangan yang beredar bagi masyarakat," tutur Agus.
"Kami melakukan intensifikasi pengawasan untuk memastikan produk pangan di peredaran aman dan bermutu," kata Kepala BPOM Palu, Agus Riyanto, Senin (26/12/2022). Baca juga: 192.000 Sirup Obat Anak Dimusnahkan, Kandungan Etilen Glikol dan Dietilen Glikol Lebihi Batas
Ia menjelaskan, intensifikasi pengawasan pangan olahan dilaksanakan dengan memprioritaskan target pangan olahan tanpa izin edar (TIE), kedaluwarsa, dan rusak (kemasan penyok, kaleng berkarat, dan lain-lain pada sarana peredaran pangan baik importir/distributor, pasar tradisional, para pembuat dan/atau penjual parsel.
BPOM melibatkan lintas sektor Pemerintah Daerah sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tengah secara bertahap mulai dari 1 Desember 2022 hingga 4 Januari 2023 yang terbagi dalam lima tahap, yakni di Kota Palu, Kabupaten Morowali Utara, Poso, Tolitoli dan Buol.
"Hari ini kami dan tim terpadu melakukan pengawasan tahap keempat berlangsung di Kota Palu terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Palu di distributor, hingga pasar modern dan tradisional guna untuk menjamin keamanan pangan yang beredar bagi masyarakat," tutur Agus.
Lihat Juga :