Protokol Kesehatan Kunci Kebangkitan Pariwisata di Tengah Pandemi COVID-19

Sabtu, 11 Juli 2020 - 16:43 WIB
loading...
Protokol Kesehatan Kunci...
Para pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif membersihkan Teras Cikapundung sebagai upaya untuk menyambut wisatawan di tengah pandemi COVID-19. Foto/SINDOnews/Agung BS
A A A
BANDUNG - Penerapan protokol kesehatan yang ketat dinilai sebagai kunci keberhasilan kebangkitan kembali sektor pariwisata yang sempat terpuruk tajam akibat pandemi COVID-19.

Seiring pemberlakuan adaptasi kebiasaan baru atau new normal, khususnya di Provinsi Jawa Barat, para pelaku pariwisata mau tak mau harus mampu menghadirkan jaminan kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan di destinasi wisata.

"Pengelola destinasi wisata harus siap dengan sejumlah peraturan, mulai dari penyediaan tempat cuci tangan, pengecekan suhu tubuh, kebersihan lingkungan, hingga keamanan, termasuk mengingatkan wisatawan untuk tetap menjaga jarak," ujar Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah di sela kegiatan Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Aman) di Teras Cikapundung, Jalan Siliwangi, Kota Bandung, Sabtu (11/7/2020).

Dalam kegiatan yang diinisiasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) itu, Ledia berpesan agar para pengelola wisata tidak gegabah membuka kembali destinasi wisatanya di tengah penerapan AKB.

"Jangan gegabah langsung membuka destinasi tanpa ada kesiapan. Pembicaraan kita dengan Kementerian Pariwisata, yang paling kita tekankan adalah destinasinya harus siap dengan sejumlah peraturan yang ketat," tegasnya.

Menurut Ledia, Gerakan BISA sebagai salah satu upaya untuk menghadirkan kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan khususnya di destinasi-destinasi wisata yang tidak berbayar atau ruang publik (public space).

"Sambil menunggu kapan destinasi wisata dibuka sepenuhnya, kita sudah mulai melakukan gerakan bersih-bersih ini. Jadi, kita harus sudah membiasakan diri karena COVID-19 ini memberikan pembelajaran besar buat kita untuk berperilaku bersih," jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jabar, Dedi Taufik mengemukakan, terdapat sekitar 2.768 destinasi wisata di Provinsi Jabar yang terpuruk akibat pandemi COVID-19. Akibatnya, sebanyak 49.663 orang pekerja pariwisata terpaksa dirumahkan.

"Gerakan BISA ini juga menjadi bagian program padat karya di sektor pariwisata, agar para pekerja wisata bisa kembali bangkit di tengah pandemi COVID-19," katanya.

"Gerakan BISA kali ini digelar untuk kedua kalinya di Jabar setelah sebelumnya dilaksanakan di Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Jawa Barat yang menjadi pilot project program ini," sambung Dedi.

Dedi mengakui, Gerakan BISA menyasar destinasi wisata yang tidak berbayar atau public space karena umumnya tidak memiliki sistem pengelolaan, seperti destinasi wisata berbayar yang sudah lebih siap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Makanya destinasi wisata tak berbayar harus lebih diperhatikan, mulai kebersihan hingga protokol kesehatannya," tandasnya. (Baca juga: Staf Humas Pemkot Bandung Positif COVID-19, Oded: Dia Yang Membantu Saya)

Dalam kegiatan tersebut, para pekerja pariwisata, termasuk pekerja ekonomi kreatif dari Kota Bandung dan Kota Cimahi bahu membahu membersihkan area Teras Cikapundung yang selama ini menjadi destinasi wisata favorit masyarakat, khususnya masyarakat Kota Bandung.
(boy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Amanat Petani Tembakau...
5 Amanat Petani Tembakau Madura-Nusantara di Tengah Penyimpangan Pita Cukai
Menguak Tabir Hubungan...
Menguak Tabir Hubungan Rahasia Kerajaan Nusantara dan Kesultanan Persia: Diplomasi Rempah yang Mengubah Wajah Indonesia!
Raja Singasari Kertanagara...
Raja Singasari Kertanagara Pencetus Penyatuan Nusantara yang Gemar Jalankan Ritual Tantrayana
Infrastuktur Hidrogen...
Infrastuktur Hidrogen Hijau Kunci Wujudkan Dekarbonisasi Transportasi
Majelis Adat Kerajaan...
Majelis Adat Kerajaan Nusantara Dukung Pembangunan Nasional
Kekuasaan hingga Semenanjung...
Kekuasaan hingga Semenanjung Melayu Buat Kerajaan Sriwijaya Jadi Poros Perdagangan Internasional
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Pangan Lokal Tergerus...
Pangan Lokal Tergerus Modernisasi, Pakar Dorong Literasi Pangan Nusantara
Rekomendasi
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
Alwi Farhan Jagokan...
Alwi Farhan Jagokan Portugal di Piala Dunia 2026: Cristiano Ronaldo For The Last Dance!
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved