Kesehatan Ibu di Indonesia Memprihatinkan, BKKBN: Butuh Perhatian Kita Semua
Kamis, 22 Desember 2022 - 15:48 WIB
loading...
Kondisi kesehatan ibu di Indonesia masih memprihatinkan. Padahal, ibu adalah motor penggerak utama di dalam keluarga yang turut menentukan kualitas anak dan generasi penerus suatu keluarga. Foto dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kondisi kesehatan ibu di Indonesia masih memprihatinkan. Padahal, ibu adalah motor penggerak utama di dalam keluarga yang turut menentukan kualitas anak dan generasi penerus suatu keluarga.
“Ini butuh perhatian dari kita semua. Karena ibu adalah motor penggerak utama di dalam keluarga yang turut berperan besar dalam menentukan kualitas anak dan generasi penerus suatu keluarga,” kata Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN, Eni Gustina, Kamis (22/12/2022). Baca juga: Ibu Penyitas Covid-19 Jangan Berhenti Menyusui
Eni menyampaikan bahwa Hari Ibu Nasional 2022 harus menjadi momentum semua pihak untuk lebih menghargai kesehatan ibu, baik fisik secara mentalnya, serta perannya dalam keluarga baik untuk suami, anak-anak, maupun pada lingkungan sosial.
Menurutnya, sekitar 76 persen kematian ibu terjadi di fase persalinan dan pasca persalinan dengan proporsi 24 persen terjadi saat hamil, 36 persen saat persalinan dan 40 persen pasca persalinan.
“Ini butuh perhatian dari kita semua. Karena ibu adalah motor penggerak utama di dalam keluarga yang turut berperan besar dalam menentukan kualitas anak dan generasi penerus suatu keluarga,” kata Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN, Eni Gustina, Kamis (22/12/2022). Baca juga: Ibu Penyitas Covid-19 Jangan Berhenti Menyusui
Eni menyampaikan bahwa Hari Ibu Nasional 2022 harus menjadi momentum semua pihak untuk lebih menghargai kesehatan ibu, baik fisik secara mentalnya, serta perannya dalam keluarga baik untuk suami, anak-anak, maupun pada lingkungan sosial.
Menurutnya, sekitar 76 persen kematian ibu terjadi di fase persalinan dan pasca persalinan dengan proporsi 24 persen terjadi saat hamil, 36 persen saat persalinan dan 40 persen pasca persalinan.
Lihat Juga :