Tokoh Muda Papua Pertanyakan Permintaan Izin Berobat Lukas Enembe ke Singapura
Sabtu, 17 Desember 2022 - 11:01 WIB
loading...
A
A
A
Karena itu, Jhon mendesak lembaga antirasuah terus memasifkan pengumpulan bukti-bukti dan memeriksa orang-orang di seputar kekuasaan Gubernur Papua yang selama ini mengetahui aktivitas Lukas melakukan pengelolaan dana pembangunan di Provinsi Papua.
Pemuda kelahiran Kampung Yahim, Sentani, ini berharap, KPK tidak memberi ijin kepada Lukas untuk berobat ke Singapura, karena banyak rumah sakit di dalam negeri yang diyakininya mampu menangani penyakit Lukas. Bahkan di Papua sendiri, sudah ada rumah sakit yang fasilitasnya bagus.
“Kalau untuk ijin berobat Pak Gubernur ke Singapura, saya rasa tidak perlu lah. Banyak rumah sakit juga di Jayapura sini. Ada Rumah Sakit DOK II, Rumah Sakit Provita juga ada, RS Abepura yang punya fasilitas sama standarnya dengan di Jawa sana, di Singapura sana. Apalagi Direktur RS DOK II juga menjadi dokter pribadinya Lukas,” tandas Jhon.
Jhon juga punya kekhawatiran lain terkait permintaan Lukas berobat ke Singapura. Jhon menyebut, kendati Pemerintah Indonesia dan DPR RI sedang membahas serius ratifikasi perjanjian ekstradisi Indonesia-Singapura, namun prosesnya masih membutuhkan waktu untuk dapat berlaku efektif. Jhon khawatir, Lukas memanfaatkannya untuk kabur dari kasus korupsi yang tengah menjeratnya.
“Jangan-jangan ada kongkalikong itu, ada niat yang lain. Takutnya, dengan alasan sakit, dia (Lukas) bisa lari keluar negeri. Contoh (tahun) kemarin dengan alasan dia (Lukas) bilang sakit, dia lari lewat jalan tikus (perjalanan ilegal) ke negara tetangga (Papua Nugini) sampai akhirnya dideportasi kembali ke sini (Papua),” ungkap Jhon.
Pemuda kelahiran Kampung Yahim, Sentani, ini berharap, KPK tidak memberi ijin kepada Lukas untuk berobat ke Singapura, karena banyak rumah sakit di dalam negeri yang diyakininya mampu menangani penyakit Lukas. Bahkan di Papua sendiri, sudah ada rumah sakit yang fasilitasnya bagus.
“Kalau untuk ijin berobat Pak Gubernur ke Singapura, saya rasa tidak perlu lah. Banyak rumah sakit juga di Jayapura sini. Ada Rumah Sakit DOK II, Rumah Sakit Provita juga ada, RS Abepura yang punya fasilitas sama standarnya dengan di Jawa sana, di Singapura sana. Apalagi Direktur RS DOK II juga menjadi dokter pribadinya Lukas,” tandas Jhon.
Jhon juga punya kekhawatiran lain terkait permintaan Lukas berobat ke Singapura. Jhon menyebut, kendati Pemerintah Indonesia dan DPR RI sedang membahas serius ratifikasi perjanjian ekstradisi Indonesia-Singapura, namun prosesnya masih membutuhkan waktu untuk dapat berlaku efektif. Jhon khawatir, Lukas memanfaatkannya untuk kabur dari kasus korupsi yang tengah menjeratnya.
“Jangan-jangan ada kongkalikong itu, ada niat yang lain. Takutnya, dengan alasan sakit, dia (Lukas) bisa lari keluar negeri. Contoh (tahun) kemarin dengan alasan dia (Lukas) bilang sakit, dia lari lewat jalan tikus (perjalanan ilegal) ke negara tetangga (Papua Nugini) sampai akhirnya dideportasi kembali ke sini (Papua),” ungkap Jhon.
(nag)
Lihat Juga :