Sepekan Jawa Barat Diguncang 28 Kali Gempa Bumi, Terbanyak di Cianjur
Jum'at, 16 Desember 2022 - 16:01 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Tak Kuat Tahan Nafsu, Kuli Bangunan 3 Tahun Setubuhi Anak Gadis Tetangga
Kejadian gempa bumi yang dirasakan, terjadi pada Minggu (11/12/2022) pukul 06.39 WIB, yang berpusat 6,80 Lintang Selatan (LS), dan 107,12 Bujur Timur (BT) pada kedalaman 28 Km. Gempa berkekuatan 2.4 tersebut dirasakan di wilayah Cianjur, Cugenang, Sarampad, Pacet dan Sukaresmi sebesar II MMI.
Kedua, kejadian gempa bumi dirasakan terjadi pada Selasa (13/12/2022) pukul 20.09 WIB, yang berpusat 6,80 LS dan 107,09 BT, pada kedalaman 10 Km. Gempa berkekuatan 2,1 tersebut, dirasakan di wilayah Cianjur sebesar I-II MMI. Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal.
Baca juga: Satwa Dilindungi Ngamuk Serang Warga di Kabupaten Limapuluh Kota
"BMKG mengimbau kepada masyarakat, untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Serta menghindari bangunan-bangunan retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa," pungkas Teguh.
Kejadian gempa bumi yang dirasakan, terjadi pada Minggu (11/12/2022) pukul 06.39 WIB, yang berpusat 6,80 Lintang Selatan (LS), dan 107,12 Bujur Timur (BT) pada kedalaman 28 Km. Gempa berkekuatan 2.4 tersebut dirasakan di wilayah Cianjur, Cugenang, Sarampad, Pacet dan Sukaresmi sebesar II MMI.
Kedua, kejadian gempa bumi dirasakan terjadi pada Selasa (13/12/2022) pukul 20.09 WIB, yang berpusat 6,80 LS dan 107,09 BT, pada kedalaman 10 Km. Gempa berkekuatan 2,1 tersebut, dirasakan di wilayah Cianjur sebesar I-II MMI. Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal.
Baca juga: Satwa Dilindungi Ngamuk Serang Warga di Kabupaten Limapuluh Kota
"BMKG mengimbau kepada masyarakat, untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Serta menghindari bangunan-bangunan retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa," pungkas Teguh.
(eyt)
Lihat Juga :