Sosok Pramodhawardani Raja Perempuan Pertama Kerajaan Mataram Kuno

Selasa, 13 Desember 2022 - 05:04 WIB
loading...
Sosok Pramodhawardani...
Salah satu sosok yang tercatat dalam sejarah kerajaan-kerajaan seantero Nusantara adalah Pramodhawardani. Dia pemimpin (Maharatu) perempuan pertama yang patut menjadi sumber inspirasi. Foto ilsutrasi
A A A
JAKARTA - Salah satu sosok yang tercatat dalam sejarah kerajaan-kerajaan seantero Nusantara adalah Pramodhawardani . Dia pemimpin (Maharatu) perempuan pertama yang patut menjadi sumber inspirasi. Disebutkan bahwa pada masa pemerintahannya, dua agama, yakni Hindu dan Budha hidup berdampingan penuh damai. Bagaimana ceritanya?

Pramodhawardhani adalah putri mahkota Wangsa Sailendra, beragama Buddha. Ia putri dari Rakai Warak Dyah Manara, atau dikenal juga sebagai Raja Smaratungga. Baca juga: Kisah Mayor Madmuin Hasibuan, Pahlawan Bekasi Terlupakan Pernah Jadi Target Pembunuhan PKI

Pada tahun 832 M, dia menikah dengan Rakai Pikatan dari wangsa yang beragama Hindu. Pernikahan keduanya dinilai sebagai momen perkawinan lintas agama antara raja dan ratu yang sedang berkuasa penuh terhadap sebuah kerajaan.



Setahun setelah pernikahan itu, Pramodhawardhani mulai berkuasa di Jawa setelah berhasil memenangkan perebutan kekuasaan dengan Balaputradewa. Ia menjadi raja keenam Kerajaan Medang Jawa Tengah sekitar tahun 840.

Perkawinan Pramodhawardani dengan Rakai Pikatan disebut-sebut sebagai momen bersatunya dua keluarga besar yang sebelumnya berseteru.

Penyatuan dua wangsa ini tentu saja berdampak positif terhadap toleransi beragama antara pemeluk Buddha dan Hindu di Jawa kala itu. Agama Buddha masih lebih dominan pada dekade awal abad ke-7.

Salah satu buktinya adalah Candi Borobudur. Kompleks candi besar di kawasan yang kini termasuk wilayah Kabupaten Magelang ini dibangun pada era Samaratungga

Namun, yang meresmikan Borobudur adalah Pramodhawardani, tahun 824 M. Setelah Pramodhawardani resmi bertakhta sejak 833 M, didampingi Rakai Pikatan, nuansa toleransi beragama semakin terasa.Pramodhawardani mengizinkan sang suami merintis dibangunnya candi-candi Hindu di wilayah kekuasaan kerajaannya.

Sebaliknya, Rakai Pikatan pun tak segan-segan membantu pendirian candi-candi umat Buddha (Sukamto, Perjumpaan Antarpemeluk Agama di Nusantara, 2015: 146). Baca juga: Pramodhawardhani, Perempuan dalam Sejarah Borobudur yang Menikah Beda Agama

Bahkan, ia turut menyumbang pembangunan candi-candhi Buddha tersebut, termasuk di wilayah Plaosan, dekat Prambanan (kini perbatasan antara Yogyakarta dan Kabupaten Klaten).

Candi-candi di Plaosan yang diperuntukkan bagi pemeluk Buddha didirikan secara gotong-royong antara para penganut agama Buddha dengan orang-orang beragama Hindu.

Situasi ini menunjukkan betapa padu dan damainya pemeluk dua agama berbeda di bawah naungan Pramodhawardani sebagai Ratu Mataram (Kuno) saat itu.

Pada tahun 842 M, dia mengeluarkan sebuah prasasti, yang sekarang disebut Prasasti Tri Tepusan/Sri Kahulunan. Prasasti mengisahkan bahwa Maharatu menganugerahkan tanah di desa Tri Tepusan untuk pemeliharaan sebuah bangunan suci bernama Kamulan I Bhumisambhara, atau tempat asal muasal Bhumishambara.

J.G. de Casparis, seorang epigraf dari Belanda, mengartikan nama bangunan tersebut sebagai nama asli Borobudur.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rayakan Nyepi, Warga...
Rayakan Nyepi, Warga Binaan Lapas Lombok Barat Gelar Pawai Ogoh-ogoh
Candi Jago Malang, Bangunan...
Candi Jago Malang, Bangunan Era Singasari Jadi Saksi Raja Majapahit Satukan Dua Agama
Kisah Dyah Balitung...
Kisah Dyah Balitung Ajak Warga Gabung ke Kerajaan Mataram Kuno dengan Pembebasan Pajak
Kisah Pramodhawardhani,...
Kisah Pramodhawardhani, Raja Mataram Perempuan Pertama Keturunan Sriwijaya
Peradaban Kerajaan Kalingga...
Peradaban Kerajaan Kalingga di Bawah Ratu Jay Shima dengan Kepercayaan Siwa
Perselisihan Agama di...
Perselisihan Agama di Kerajaan Majapahit Berujung Hilang Arca di Candi Peribadatan
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Rekomendasi
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Berita Terkini
Jakarta Rawan Sinkhole,...
Jakarta Rawan Sinkhole, Wagub DKI Rano: Ada Daerah Berpotensi Ambles
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
DPRD Kota Bandung Resmi...
DPRD Kota Bandung Resmi Sahkan Perda Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi...
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi saat Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved