Sosok Bambang Sugianto, Sipir Penjara Pawang Narapidana Terorisme yang Meluluhkan Umar Patek

Jum'at, 09 Desember 2022 - 18:01 WIB
loading...
Sosok Bambang Sugianto,...
Bambang Sugianto, sipir penjara Lapas Kelas I Surabaya alias Lapas Porong menjadi pawang narapidana terorisme (napiter). Di antaranya napiter Umar Patek. Foto/MPI/Eka Setiawan
A A A
MEMBINA narapidana terorisme (napiter) di penjara bukan urusan mudah untuk para sipir setempat. Doktrin-doktrin dari beberapa kelompok teror soal “negara dan aparaturnya adalah musuh” jadi salah satu penghambatnya. Namun, pekerjaan sulit ini bukan berarti tidak bisa dilakukan.

Seperti yang kisah Bambang Sugianto, sipir penjara yang bertugas sebagai Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan (Kasi Bimkemas) Lapas Kelas I Surabaya alias Lapas Porong, Jawa Timur.

Baca juga: 5 Fakta Umar Patek Terpidana Bom Bali I: Pernah Jadi Pengibar Bendera 17 Agustus

Nama-nama kondang pelaku terorisme, macam Umar Patek, salah satunya melalui tangan dingin Bambang, akhirnya bisa kooperatif hingga mau ikrar setia Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bambang bercerita dirinya memposisikan diri sebagai sahabat, teman bercerita, memberikan mereka perhatian. Selain itu yang tak kalah penting tidak pernah terang-terangan kontra dengan pemikiran mereka. Hal itu bisa jadi jurus jitu merangkul para napiter.

“Kami nggak pernah adu dalil dengan mereka,” kata Bambang Sugianto melalui sambungan telepon Kamis (8/12/2022) sore.

Tangan dingin Bambang, memberikan dampak besar bagi perubahan perilaku para napiter. Tentunya, dia tidak bekerja sendirian, berkoordinasi dengan otoritas terkait ataupun berbagi cerita dengan individu-individu yang punya kompetensi di bidang itu dia lakukan.

Baca juga: Umar Patek: Saya Menentang Bom Bali, tapi Bom 950 Kg Sudah Siap

Semuanya dilakukan untuk memperoleh informasi dan pengetahuan sebanyak-banyaknya untuk nantinya dia gunakan untuk merangkul si napiter.

Sebut saja nama kondang macam Umar Patek, terpidana terorisme 20 tahun, bertahun-tahun dia sentuh. Umar Patek adalah pentolan kelompok Jamaah Islamiyah (JI) yang bertanggungjawab atas serangkaian aksi teror di Indonesia.

Di antaranya serangkaian pengeboman Malam Natal tahun 2000 hingga Bom Bali I Tahun 2002 dengan korban tewas ratusan orang.



Umar Patek, pria kelahiran Pemalang Jawa Tengah, punya nama asli Hisyam. Umar Patek ditangkap Abbottabad, Paksitan, pada tahun 2011 silam. Lokasi di mana pentolan Al Qaeda Osama bin Laden tewas diserbu pasukan khusus Amerika Serikat, juga pada 2011 silam.

Pada Rabu 7 Desember 2022 kemarin, Umar Patek baru saja bebas penjara dari Lapas Porong setelah mendapatkan pembebasan bersyarat. Bambang bersama tim, termasuk aparat Identifikasi Sosialisasi (Idensos) Densus 88/Antiteror, juga mengantarkan kepulangannya.

Bambang menyebut Umar Patek dipindahkan ke Lapas Porong dari penahanan Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok pada Maret 2014. Setahun kemudian, Umar Patek menyatakan ikrar setia Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dikatakan Bambang, Umar Patek bercerita tentang penyesalan perbuatannya hingga merasa berhutang budi kepada negara. Dia merasa diperlakukan sangat baik saat ditangkap di Pakistan tahun 2011 hingga dipulangkan ke Indonesia.

“Apa yang dilakukan pemerintah ternyata sangat manusiawi, tidak seperti yang digembar-gemborkan,” lanjutnya.

Berangkat dari situlah, salah satunya, Umar Patek akhirnya menyatakan kesetiaannya kepada NKRI. Tidak lagi menjadi musuh negara. Aktivitasnya ketika dalam penahanan, selain kerap menjadi pengibar bendera Merah Putih juga berdagang sate ayam. Bambang menyebut Umar Patek adalah pribadi yang senang memasak.

“Suka guyonan. Guyonannya Umar Patek ini sering menyebut dirinya asli Timur Tengah, alias Jawa Timur dan Jawa Tengah. Karena saudara-saudaranya banyak sekali di sana,” sambung Bambang.

Pada pengabdiannya, Bambang menemui napiter-napiter lain di lapas tempatnya bekerja. Semuanya diajak berkomunikasi dengan baik, termasuk yang sudah bebas penjara pun masih aktif berkomunikasi dengan Bambang, sekadar berbagi cerita.

Para napiter yang ditemui Bambang berangkat dari berbagai kelompok. Seperti kombatan konflik Ambon, kelompok JI, Mujahidin Indonesia Timur (MIT) hingga Jamaah Anshor Daulah (JAD), kelompok lokal Indonesia yang berafiliasi dengan kelompok teror ISIS.

Saat ini di Lapas Porong ada 5 napiter. Dua di antaranya adalah Asep Jaya dan Ismail, berangkat dari kelompok KOMPAK (sayap JI) kasus konflik Ambon, hukuman mereka seumur hidup.

Tiga lainnya adalah Mulyamin (JAD Medan), Slamet Rudhu dan Subkhan keduanya dari kelompok JAD Batang. Tiga napiter ini pada 14 Januari 2022 dipindahkan ke Lapas Porong dari penahanan Rutan Cikeas Bogor. Sekira sebulan kemudian, tepatnya 18 Februari 2022 mereka menyatakan ikrar NKRI.

“Kelimanya sudah ikrar NKRI,” ucapnya.

Nama-nama lain yang pernah dia sentuh di antaranya, Anton Labase residivis yang sudah bebas dan kembali ke Sulawesi, Khasim yang kini sudah bebas berada di Magelang hingga Riyanto. Nama terakhir ini bebas murni, tidak mau menyatakan ikrar NKRI.

“Kami masih berkomunikasi. Intinya identifikasi dulu, kasusnya, jaringannya, keterlibatannya, bagaimana keluarganya. Dari identifikasi itu nanti baru ketemu pintu masuk untuk pendekatannya. Intinya bangun komunikasi untuk membina hubungan kemudian timbul trust (rasa saling percaya). Kalau sudah ada trust masuknya lebih gampang,” tutup Bambang.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jelang HUT ke-80 RI,...
Jelang HUT ke-80 RI, Eks Napiter Ingatkan Ancaman Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme
BNPT Perkuat Program...
BNPT Perkuat Program Kewirausahaan bagi Mitra Deradikalisasi
Pilkada Serentak 2024,...
Pilkada Serentak 2024, Mantan Napiter: Jaga Kesatuan dan Persatuan NKRI
Abu Fida, Mantan Deklarator...
Abu Fida, Mantan Deklarator ISIS Indonesia Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan
9 Napi Teroris Rutan...
9 Napi Teroris Rutan Mako Brimob Cikeas Dipindah ke Nusakambangan, Ada Apa?
BNPT Perkuat Sinergi...
BNPT Perkuat Sinergi Deradikalisasi Napiter Dalam Lapas
Yusril: Miliki 2 Paspor...
Yusril: Miliki 2 Paspor saat Ditangkap, Kewarganegaraan Hambali Belum Bisa Dipastikan
Media Asing Soroti Mantan...
Media Asing Soroti Mantan Teroris Bom Bali Umar Patek Buka Kedai Kopi
10 Fakta Mengerikan...
10 Fakta Mengerikan Penjara Alcatraz, Salah Satunya Tak Ada Harapan untuk Melarikan Diri
Rekomendasi
MNC Licensing Ajak Keluarga...
MNC Licensing Ajak Keluarga Merayakan Liburan Sekolah Bersama Shaun the Sheep Holiday in My Hometown di Pakuwon Mall Solo
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Bagikan Kode OTP, Lindungi Keamanan Akun Investasi Anda!
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Berita Terkini
Sempat Ditutup Imbas...
Sempat Ditutup Imbas Ada Unjuk Rasa, Jalan Medan Merdeka Selatan Dibuka Kembali
Massa Mahasiswa Gelar...
Massa Mahasiswa Gelar Demo di Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto Ditutup
Dokter Tifa Masuk Dittahti...
Dokter Tifa Masuk Dittahti Polda Metro Jaya, Ditahan?
Massa HMI MPO Datangi...
Massa HMI MPO Datangi Gedung DPR, Sampaikan Tuntutan Ini
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bergerak dari Tugu 12 Mei Reformasi Menuju Gedung DPR
Tim Advokasi: Dedi Saputra...
Tim Advokasi: Dedi Saputra Cukup Dijatuhi Hukuman Pengawasan dan Kerja Sosial
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved