Sejarah Berdirinya Puro Mangkunegaran, Lokasi Pernikahan Kaesang-Erina
Jum'at, 09 Desember 2022 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
Mangkunegaran merupakan Kadipaten yang posisinya dibawah Kasunanan dan Kasultanan. Pada tahun 1757 – 1946, Kadipaten Mangkunegaran merupakan kerajaan otonom yang memiliki wilayah yang sangat luas dan berhak memiliki tentara sendiri yang independen dari Kasunanan.
Setelah sekian abad menjadi Kerajaan otonom, pada September 1946 Mangkunegara VIII menyatakan bergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun meletusnya revolusi sosial di Surakarta pada tahun 1945-1946, telah mengakibatkan Mangkunegaran kehilangan kedaulatannya.
Baca juga: Kunjungi Mangkunegaran Jelang Nikah, Ini Kata Kaesang Pangarep
Walaupun demikian Mangkunegara dan Puro Mangkunegaran masih tetap menjalankan fungsinya sebagai penjaga budaya.
Sejak tahun 1757 hinga hingga saat ini sudah 9 pemegang tahta Puro Mangkunegaran yakni, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I (1757-1795), Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara II (1796-1835), Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara III (1835-1853).
Lalu Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IV (1853-1881), Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara V (1881-1896), Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara VI (1896-1916), Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara VII (1916-1944), Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara VIII (1944-1987) dan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IX (1987-sekarang).
Baca juga: Pernikahan Kaesang-Erina, 11 Desember Kota Solo Dipenuhi Pejabat dari Pagi hingga Malam
Setelah sekian abad menjadi Kerajaan otonom, pada September 1946 Mangkunegara VIII menyatakan bergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun meletusnya revolusi sosial di Surakarta pada tahun 1945-1946, telah mengakibatkan Mangkunegaran kehilangan kedaulatannya.
Baca juga: Kunjungi Mangkunegaran Jelang Nikah, Ini Kata Kaesang Pangarep
Walaupun demikian Mangkunegara dan Puro Mangkunegaran masih tetap menjalankan fungsinya sebagai penjaga budaya.
Sejak tahun 1757 hinga hingga saat ini sudah 9 pemegang tahta Puro Mangkunegaran yakni, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I (1757-1795), Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara II (1796-1835), Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara III (1835-1853).
Lalu Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IV (1853-1881), Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara V (1881-1896), Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara VI (1896-1916), Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara VII (1916-1944), Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara VIII (1944-1987) dan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IX (1987-sekarang).
Baca juga: Pernikahan Kaesang-Erina, 11 Desember Kota Solo Dipenuhi Pejabat dari Pagi hingga Malam
Lihat Juga :