Di Kabupaten Bekasi Ada Pabrik AC dengan Nilai Investasi Tinggi
Jum'at, 02 Desember 2022 - 19:56 WIB
loading...
A
A
A
Minimnya penggunaan AC karena harganya yang relatif tinggi dibanding alat elektronik rumah tangga lainnya. Untuk itu, dengan berdirinya pabrik di Indonesia, harga AC dapat lebih kompetitif dan mampu dijangkau oleh banyak penduduk Indonesia.
"Diharapkan harganya dapat lebih kompetitif dan tentunya TKDN (tingkat komponen dalam negeri) harus terpenuhi yaitu minimal 40 persen," tuturnya. Baca juga: Daikin Dukung Pengembangan Pariwisata Indonesia
Pentingnya TKDN karena kadar impor pada pendingin udara ini terbilang tinggi di Indonesia. Taufik mengatakan, Indonesia telah mengimpor AC setidaknya 490 juta dollar AS.
Lanjut Taufik saat ini kebutuhan AC untuk rumah tangga masih sangat besar terlebih mencapai 2 juta unit. Namun, memang mesti diakui angka impor untuk produk AC juga masih terbilang tinggi.
“Impor kita memang masih tinggi, artinya kedepan dengan beroperasinya pabrik Daikin ini akan mengurangi porsi impor yang cukup signifikan," imbuhnya. Baca juga: Teknologi Streamer di Air Purifier Daikin Bisa Lumpuhkan Varian Omicron
"Diharapkan harganya dapat lebih kompetitif dan tentunya TKDN (tingkat komponen dalam negeri) harus terpenuhi yaitu minimal 40 persen," tuturnya. Baca juga: Daikin Dukung Pengembangan Pariwisata Indonesia
Pentingnya TKDN karena kadar impor pada pendingin udara ini terbilang tinggi di Indonesia. Taufik mengatakan, Indonesia telah mengimpor AC setidaknya 490 juta dollar AS.
Lanjut Taufik saat ini kebutuhan AC untuk rumah tangga masih sangat besar terlebih mencapai 2 juta unit. Namun, memang mesti diakui angka impor untuk produk AC juga masih terbilang tinggi.
“Impor kita memang masih tinggi, artinya kedepan dengan beroperasinya pabrik Daikin ini akan mengurangi porsi impor yang cukup signifikan," imbuhnya. Baca juga: Teknologi Streamer di Air Purifier Daikin Bisa Lumpuhkan Varian Omicron
Lihat Juga :