Dinkes Sulsel Akui Penderita Tuberkulosis Mengalami Peningkatan Setiap Tahun
Kamis, 01 Desember 2022 - 23:43 WIB
loading...
Penyakit Tuberkulosis (TBC) atau TB salah satu penyakit yang banyak diderita warga Sulawesi Selatan (Sulsel). Bahkan menurut catatan Dinas Kesehatan Sulsel penderita TBC. Foto ilustrasi
A
A
A
MAKASSAR - Penyakit Tuberkulosis (TBC) atau TB salah satu penyakit yang banyak diderita warga Sulawesi Selatan (Sulsel). Bahkan menurut catatan Dinas Kesehatan Sulsel penderitaTBC, khususnya pada tiga tahun terakhir terus mengalami peningkatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Sulsel Rosmini Pandin mengatakan, jumlah penderita pada tahun 2018 tercatat sebanyak 18 ribu kasus. Sedangkan tahun 2019, naik hampir 19 ribu kasus. Lalu pada tahun 2020, angkanya turun hanya 12 ribu. Baca juga: TBC di Kabupaten Bekasi Mengganas, Tembus 16.000 Kasus
"Namun, ketika itu terjadi lockdown ataupun pembatasan aktivitas sehingga informasi yang diterima pun terbatas," kata Rosmini Pandin di Makassar, Kamis (1/12/2022).
Tahun selanjutnya yakni 2021, angkanya mulai naik menjadi 15.103 kasus dan hingga Januari-Oktober tahun ini sudah menyentuh 15.298 kasus.
"Meningkat karena kita memang lagi bergerak mencari. Mungkin dulu tidak terlalu kelihatan, tetapi sekarang ini karena kita lagi gencar menemukan dan mengobati maka kasusnya terlihat banyak," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Sulsel Rosmini Pandin mengatakan, jumlah penderita pada tahun 2018 tercatat sebanyak 18 ribu kasus. Sedangkan tahun 2019, naik hampir 19 ribu kasus. Lalu pada tahun 2020, angkanya turun hanya 12 ribu. Baca juga: TBC di Kabupaten Bekasi Mengganas, Tembus 16.000 Kasus
"Namun, ketika itu terjadi lockdown ataupun pembatasan aktivitas sehingga informasi yang diterima pun terbatas," kata Rosmini Pandin di Makassar, Kamis (1/12/2022).
Tahun selanjutnya yakni 2021, angkanya mulai naik menjadi 15.103 kasus dan hingga Januari-Oktober tahun ini sudah menyentuh 15.298 kasus.
"Meningkat karena kita memang lagi bergerak mencari. Mungkin dulu tidak terlalu kelihatan, tetapi sekarang ini karena kita lagi gencar menemukan dan mengobati maka kasusnya terlihat banyak," katanya.
Lihat Juga :