Sejarah Jembatan Bekasi, Saksi Bisu Pembantaian Tentara Jepang di Kali Bekasi
Selasa, 29 November 2022 - 07:38 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan pada masa penjajahan tepatnya pada 19 Oktober 1945 ada tragedi sejarah di Stasiun dan Kali Bekasi dekat dengan jembatan.Jembatan Bekasi merupakan nama yang diberikan oleh masyarakat setempat, karena di bawah jembatan tersebut terdapat Kali Bekasi.
Jembatan ini pertama kali beroperasi tahun 1890 dibawah perusahaan kereta api swasta Batavia Ooster Stoomtram Maatscapphij (BOS). Delapan tahun kemudian, perusahaan kereta api BOS diambil alih oleh perushaan kereta api negara bernama Staatsspoorwegen.
![Sejarah Jembatan Bekasi, Saksi Bisu Pembantaian Tentara Jepang di Kali Bekasi]()
Foto: Istimewa/Heritage Kereta Api Indonesia
Dibangun masa penjajahan, Jembatan Bekasi menjadi salah satu bangunan saksi sejarah besar pada masa setelah kemerdekaan, yakni tragedi Kali Bekasi yang terjadi pada 19 Oktober 1945silam.Baca juga: Kisah Kesaktian Mbah Kandong Jatikramat, Panglima Perang Kesultanan Banten yang Makamnya Dikeramatkan di Bekasi
Tragedi Kali Bekasi bermula saat Letnan Dua Zakaria Burhanuddin yang mendapat instruksi penting dari Jakarta untuk membiarkan kereta api yang berisikan 90 anggota Kaigun (angkatan laut Jepang) untuk melintas di Stasiun Bekasi.
Namun, hal tersebut tidak dilakukan dan malah memerintahkan Kepala Stasiun Bekasikala ituuntuk mengalihkan perlintasan kereta tersebut ke jalur buntu yang mengakibatkan sembilan gerbong kereta tersebut diberhentikan.
Jembatan ini pertama kali beroperasi tahun 1890 dibawah perusahaan kereta api swasta Batavia Ooster Stoomtram Maatscapphij (BOS). Delapan tahun kemudian, perusahaan kereta api BOS diambil alih oleh perushaan kereta api negara bernama Staatsspoorwegen.

Foto: Istimewa/Heritage Kereta Api Indonesia
Dibangun masa penjajahan, Jembatan Bekasi menjadi salah satu bangunan saksi sejarah besar pada masa setelah kemerdekaan, yakni tragedi Kali Bekasi yang terjadi pada 19 Oktober 1945silam.Baca juga: Kisah Kesaktian Mbah Kandong Jatikramat, Panglima Perang Kesultanan Banten yang Makamnya Dikeramatkan di Bekasi
Tragedi Kali Bekasi bermula saat Letnan Dua Zakaria Burhanuddin yang mendapat instruksi penting dari Jakarta untuk membiarkan kereta api yang berisikan 90 anggota Kaigun (angkatan laut Jepang) untuk melintas di Stasiun Bekasi.
Namun, hal tersebut tidak dilakukan dan malah memerintahkan Kepala Stasiun Bekasikala ituuntuk mengalihkan perlintasan kereta tersebut ke jalur buntu yang mengakibatkan sembilan gerbong kereta tersebut diberhentikan.
Lihat Juga :