DPW Pemuda Perindo DKI Jakarta Sinergikan Kampanye Konvensional dan Digital

Minggu, 27 November 2022 - 22:44 WIB
loading...
DPW Pemuda Perindo DKI...
Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi Massa DPW Pemuda Perindo DKI Jakarta Ricky Irawan. Foto/Tangkapan layar
A A A
JAKARTA - DPW Pemuda Perindo DKI Jakarta akan melakukan kampanye konvensional dan kampanye digital secara beriringan. Hal ini perlu dilakukan agar apa yang dilakukan benar-benar dirasakan masyarakat.

Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi Massa DPW Pemuda Perindo DKI Jakarta Ricky Irawan menyebut peran konten digital dan media sosial (medsos) untuk kepentingan kampanye politik sangat penting. Namun, Ricky juga berpandangan bahwa yang terpenting adalah aksi nyata yang bisa berdampak positif bagi masyarakat. "Jadi antara digital sama offline, harus bersinergi, harus berbarengan," kata Ricky dalam Podcast Aksi Nyata bertema "Kampanye Konvensional vs Kampanye Digital", Minggu (27/11/2022).

Menurut Ricky, yang terpenting dari kegiatan kampanye adalah lebih mengedepankan pada aksinya dan tidak melulu digital. Sehingga, melakukan sosialisasi secara offline dan turun ke masyarakat, lalu kegiatan tersebut didigitalisasi ke online dan dibagikan ke medsos. Yang tak tak kalah penting, program yang dilakukan itu harus memiliki dampak positif ke masyarakat.

“Menurut saya timnya harus cerdas dan pintar dalam membuat strategi. Tapi kembali lagi apakah program-programnya punya impact? Itu yang paling penting. Kalau punya impact ke masyarakat pasti akan viral kok," ujarnya.

Ricky mengungkap, saat ini Pemuda Perindo DKI tengah membuat program-program yang punya dampak positif bagi masyarakat, misalnya membuat pelatihan pembuatan konten biar cuan atau konten yang dapat menghasilkan uang. Dia melihat rantai distribusi sudah mulai berubah, sehingga ia memprediksi bahwa ke depannya toko-toko menengah akan mulai menghilang, karena di era digital ini bisa memangkas dari pabrik langsung ke konsumen.

Sehingga, kata Ricky, industri kreatif adalah satu-satunya profesi yang memiliki prospek ke depan, bagaimana anak-anak muda bisa membuat konten-konten yang kreatif dan bisa menghasilkan uang.



“Toko-toko bakal gone (hilang). Jadi sisanya industri apa yang enggak bakal kena tsunaminya? Ya industri kreatif. Mereka harus pandai membuat konten yang menarik, bisa menimbulkan sisi-sisi impulsif seseorang untuk beli sesuatu. Kita ajarkan itu," tandasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketua Umum Partai Perindo...
Ketua Umum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo Hadiri Harlah ke-28 PKB di JCC Malam Ini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Perludem Usulkan MMP,...
Perludem Usulkan MMP, Partai Perindo Sebut Jadi Alternatif Solutif Reformasi Pemilu
Rekomendasi
Kenyamanan Menginap...
Kenyamanan Menginap di Berbagai Pilihan Hotel yang Favorit
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Berita Terkini
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved