Historis Perjalanan Hidup Satu Keluarga yang Ditemukan Tewas di Kalideres
Kamis, 17 November 2022 - 05:39 WIB
loading...
A
A
A
Sebab, Mundji bilang, semasa orang tua mereka yang bernama Tan Giok Tjin masih hidup, mereka sangat tak peduli dan tak ada perhatian sama sekali.
"Itu mah (meninggal) karena durhaka sama orang tua," ujar Mundji.
Bukan tanpa sebab, Mundji bercerita, saat itu Tan pernah jatuh dari kamar mandi, dan kedua kakak beradik itu hanya diam saja. Hingga akhirnya istri Tan meminta pertolongannya untuk membelikan obat.
"Akhirnya istrinya (Tan) minta tolong ke saya beli obat ke dokter, anaknya engga pernah ngurus, anak kandung itu loh," aku Mundji.
Mundji mengatakan, Tan Giok telah tinggal di Gang Lilin sejak tahun 50 atau 60an. Tan memiliki tiga putra yakni Rudyanto, Budiyanto dan Cacang.
Saat tinggal di sana, Tan membuka usaha percetakan di dalam rumahnya. Ia dibantu oleh Budiyanto. Sementara anak pertamanya, Rudyanto, bekerja di sebuah perusahaan percetakan di daerah Kota.
"Semua sama (sifatnya). Enggak banyak omong. Adik-adiknya juga sama sifatnya kaya Rudyanto," bebernya.
Pindah Rumah ke Kalideres pada 1997
"Itu mah (meninggal) karena durhaka sama orang tua," ujar Mundji.
Bukan tanpa sebab, Mundji bercerita, saat itu Tan pernah jatuh dari kamar mandi, dan kedua kakak beradik itu hanya diam saja. Hingga akhirnya istri Tan meminta pertolongannya untuk membelikan obat.
"Akhirnya istrinya (Tan) minta tolong ke saya beli obat ke dokter, anaknya engga pernah ngurus, anak kandung itu loh," aku Mundji.
Mundji mengatakan, Tan Giok telah tinggal di Gang Lilin sejak tahun 50 atau 60an. Tan memiliki tiga putra yakni Rudyanto, Budiyanto dan Cacang.
Saat tinggal di sana, Tan membuka usaha percetakan di dalam rumahnya. Ia dibantu oleh Budiyanto. Sementara anak pertamanya, Rudyanto, bekerja di sebuah perusahaan percetakan di daerah Kota.
"Semua sama (sifatnya). Enggak banyak omong. Adik-adiknya juga sama sifatnya kaya Rudyanto," bebernya.
Pindah Rumah ke Kalideres pada 1997
Lihat Juga :