3 Jenderal Polisi Jadi Menteri, Nomor Terakhir Tergabung di Kabinet Ampera Tahun 1966
Rabu, 16 November 2022 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
Terakhir, pangkat Komisaris Jenderal diberikan kepada Syafruddin pada 9 September 2016. Ia menggantikan Komjen Pol (Purn) Budi Gunawan yang kini bertugas sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).
Syafruddin juga tercatat sebagai pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) periode 2017-2022. Kehadiran Syafruddin di kepengurusan DMI bersamaan dengan kolega Bhayangkara lain yakni Budi Gunawan yang dilantik sebagai wakil ketua majelis pakar.
3. Jenderal Pol (Purn) Awaloedin Djamin
![3 Jenderal Polisi Jadi Menteri, Nomor Terakhir Tergabung di Kabinet Ampera Tahun 1966]()
Mantan Kapolri Jenderal Pol (Purn) Awaloedin Djamin menjadi Menteri Tenaga Kerja di Kabinet Ampera tahun 1966. Awaloeddin Djamin sebagaimana dikutip dari buku ‘Apa dan Siapa Sejumlah Orang di Indonesia’, lahir di Padang pada 26 September 1927. Pendidikan dasar sampai SMP dia habiskan di Padang dan kemudian SMA di Bukittinggi.
Awaloedin menempuh pendidikan polisi di PTIK sampai lulus pada 1955. Pada 1958, ia mendapat kesempatan belajar di University of Pitsburgh dan kemudian dilanjutkan ke University of Southern California, Amerika Serikat. Ia memperoleh gelar PhD pada 1962.
Sepulang ke Tanah Air, ia pernah menjadi anggota DPRGR pada 1964 hingga 1966, Menteri Tenaga Kerja Kabinet di Kabinet Ampera pada 1966 dan menjadi Deputi Pangak (Kapolri) Urusan Khusus semasa Kapolri Hoegeng Iman Santoso (1968).
Setelah menjadi direktur Lembaga Administrasi Negara pada 1970, dia ditugaskan menjadi duta besar untuk Jerman pada 1976. Setelah itu, pada 1978 Awaloedin dipanggil pulang ke Indonesia oleh Presiden Soeharto. Ia kemudian diangkat menjadi Kapolri hingga berakhir masa tugas pada 1982. Baca juga: 5 Jenderal TNI yang Dimakamkan di TMP Kalibata, Terakhir Mantan Komandan Kopassus
Setelah selesai menjabat Kapolri, Awaloedin menyediakan diri memimpin PTIK. Dia juga mengabdikan ilmunya di berbagai kampus hingga kemudian menjadi guru besar. Awaloedin Djamin meninggal dunia pada Kamis 31 Januari 2019.
Syafruddin juga tercatat sebagai pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) periode 2017-2022. Kehadiran Syafruddin di kepengurusan DMI bersamaan dengan kolega Bhayangkara lain yakni Budi Gunawan yang dilantik sebagai wakil ketua majelis pakar.
3. Jenderal Pol (Purn) Awaloedin Djamin

Mantan Kapolri Jenderal Pol (Purn) Awaloedin Djamin menjadi Menteri Tenaga Kerja di Kabinet Ampera tahun 1966. Awaloeddin Djamin sebagaimana dikutip dari buku ‘Apa dan Siapa Sejumlah Orang di Indonesia’, lahir di Padang pada 26 September 1927. Pendidikan dasar sampai SMP dia habiskan di Padang dan kemudian SMA di Bukittinggi.
Awaloedin menempuh pendidikan polisi di PTIK sampai lulus pada 1955. Pada 1958, ia mendapat kesempatan belajar di University of Pitsburgh dan kemudian dilanjutkan ke University of Southern California, Amerika Serikat. Ia memperoleh gelar PhD pada 1962.
Sepulang ke Tanah Air, ia pernah menjadi anggota DPRGR pada 1964 hingga 1966, Menteri Tenaga Kerja Kabinet di Kabinet Ampera pada 1966 dan menjadi Deputi Pangak (Kapolri) Urusan Khusus semasa Kapolri Hoegeng Iman Santoso (1968).
Setelah menjadi direktur Lembaga Administrasi Negara pada 1970, dia ditugaskan menjadi duta besar untuk Jerman pada 1976. Setelah itu, pada 1978 Awaloedin dipanggil pulang ke Indonesia oleh Presiden Soeharto. Ia kemudian diangkat menjadi Kapolri hingga berakhir masa tugas pada 1982. Baca juga: 5 Jenderal TNI yang Dimakamkan di TMP Kalibata, Terakhir Mantan Komandan Kopassus
Setelah selesai menjabat Kapolri, Awaloedin menyediakan diri memimpin PTIK. Dia juga mengabdikan ilmunya di berbagai kampus hingga kemudian menjadi guru besar. Awaloedin Djamin meninggal dunia pada Kamis 31 Januari 2019.
(mhd)
Lihat Juga :