Anies Baswedan Dihadiahi Barang Peninggalan Mbah Moen, Gus Wafi: Sorban Ini Simbol Kewibawaan
Selasa, 15 November 2022 - 12:52 WIB
loading...
Gus Wafi menghadiahi Anies Baswedan sorban, tasbih, minyak wangi dari Mekkah, dan kitab peninggalan Mbah Moen. Foto/Ist
A
A
A
SRAGEN - Anies Baswedan mendapat sejumlah hadiah dari KH Ahmad Wafi Maimun (45) atau Gus Wafi, putra almarhum KH Maimun Zubair atau Mbah Moen. Dalam silaturahmi di Pondok Pesantren Ribath Nurul Anwar Sragen Jawa Tengah Senin (14/11/2022) petang, Anies diberi sorban yang menurut Gus Wafi sebagai simbol kewibawaan.
“Sorban ini sebagai simbol kewibawaan. Semoga bapak Anies (Anies Baswedan) mempunyai wibawa dan membawa harkat umat Islam dan Indonesia menjadi negara yang berkekuatan,” ujar Gus Wafi di depan jamaah masjid Ribath Nurul Anwar. Anies Baswedan datang dari Solo, Jawa Tengah. Ia mengenakan kemeja batik, dipadu celana gelap dan kopiah hitam.
Baca juga: Ngaji Keteladanan dari Sosok Mbah Moen
Begitu turun dari kendaraan, Anies langsung disambut yel-yel “Anies Baswedan Presiden” dan disusul takbir. Gus Wafi juga menyambut dengan ucapan “selamat datang presiden”. Oleh putra Mbah Moen, Anies langsung diajak menuju gazebo di mana hidangan telah disiapkan. Terlihat KH Nasirul Mahasin atau Gus Mahasin, kakak kandung KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha.
Kemudian KH Ahmad Ainul Yaqin atau Gus Mad Tuban, KH Ahmad Rubai, KH Ahmad Faqih Ngawi, dan KH Ahmad Nasukha Boyolali. Usai bersantap, Anies berganti sarung dan langsung menuju masjid ponpes untuk menunaikan salat maghrib berjamaah. Selain sorban, di masjid Gus Wafi juga menghadiahi Anies seuntai tasbih.
Gus Wafi merupakan mursyid Thoriqoh Syadziliyah. Hadiah tasbih dimaksudkan agar Anies Baswedan semakin rajin berdizkir. “Dengan membawa tasbih, bapak Anies (Anies Baswedan) selalu berdizkir kepada Allah, dan Insya Allah, Allah akan menjaga beliau,” ungkap Gus Wafi menjelaskan.
“Sorban ini sebagai simbol kewibawaan. Semoga bapak Anies (Anies Baswedan) mempunyai wibawa dan membawa harkat umat Islam dan Indonesia menjadi negara yang berkekuatan,” ujar Gus Wafi di depan jamaah masjid Ribath Nurul Anwar. Anies Baswedan datang dari Solo, Jawa Tengah. Ia mengenakan kemeja batik, dipadu celana gelap dan kopiah hitam.
Baca juga: Ngaji Keteladanan dari Sosok Mbah Moen
Begitu turun dari kendaraan, Anies langsung disambut yel-yel “Anies Baswedan Presiden” dan disusul takbir. Gus Wafi juga menyambut dengan ucapan “selamat datang presiden”. Oleh putra Mbah Moen, Anies langsung diajak menuju gazebo di mana hidangan telah disiapkan. Terlihat KH Nasirul Mahasin atau Gus Mahasin, kakak kandung KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha.
Kemudian KH Ahmad Ainul Yaqin atau Gus Mad Tuban, KH Ahmad Rubai, KH Ahmad Faqih Ngawi, dan KH Ahmad Nasukha Boyolali. Usai bersantap, Anies berganti sarung dan langsung menuju masjid ponpes untuk menunaikan salat maghrib berjamaah. Selain sorban, di masjid Gus Wafi juga menghadiahi Anies seuntai tasbih.
Gus Wafi merupakan mursyid Thoriqoh Syadziliyah. Hadiah tasbih dimaksudkan agar Anies Baswedan semakin rajin berdizkir. “Dengan membawa tasbih, bapak Anies (Anies Baswedan) selalu berdizkir kepada Allah, dan Insya Allah, Allah akan menjaga beliau,” ungkap Gus Wafi menjelaskan.
Lihat Juga :