Tandai Kebangkitan Usai Pandemi, Warga Bali Suarakan Manfaat Event KTT G20
Senin, 14 November 2022 - 15:07 WIB
loading...
A
A
A
Dia optimis, trend kunjungan turis ke Bali akan meningkat dan untuk tahun ini bisa mencapai 2,1 juta wisatawan mancanegara atau meningkat 33 persen dari baseline tahun 2019.
Namun dia mengingatkan bahwa pasca event ini juga tetap harus diwaspadai adanya dampak perang Rusia dan Ukraina yang menyebabkan mahalnya harga tiket pesawat sehingga orang malas untuk berwisata.
“Selain itu, kita sendiri punya PR untuk menyelesaikan masalah sampah dan kemacetan yang bisa menurunkan daya taruk wisata Bali,” katanya.
Sementara itu, Ketua Paiketan Krama Bali, I Wayan Jondra menyebut, penyelenggaraan KTT G20 wajib disyukuri oleh masyarakat Bali, apalagi setelah sebelumnya Bali dihantam begitu keras oleh pandemi.
“Kenyataannya, pariwisata masih mendominasi sumber penghidupan kita. Event ini menunjukkan kepercayaan masyarakat internasional kepada Bali,” sebutnya.
Dia membantah adanya suara-suara yang menyebut event ini hanya menguntungkan para elit dan malah menyusahkan rakyat. “Ada memang hal-hal yang mesti kita tahan dulu, misalnya bagi yang ingin ke Nusa Dua, ya tahan dulu kalau aksesnya sekarang agak sulit,” katanya.
Sementara akademisi Lanang Perbawa menyatakan, keberadaan event internasional adalah bukti bahwa nilai-nilai hidup warga Bali telah mendapat penghargaan dari kalangan internasional.
Namun dia mengingatkan bahwa pasca event ini juga tetap harus diwaspadai adanya dampak perang Rusia dan Ukraina yang menyebabkan mahalnya harga tiket pesawat sehingga orang malas untuk berwisata.
“Selain itu, kita sendiri punya PR untuk menyelesaikan masalah sampah dan kemacetan yang bisa menurunkan daya taruk wisata Bali,” katanya.
Sementara itu, Ketua Paiketan Krama Bali, I Wayan Jondra menyebut, penyelenggaraan KTT G20 wajib disyukuri oleh masyarakat Bali, apalagi setelah sebelumnya Bali dihantam begitu keras oleh pandemi.
“Kenyataannya, pariwisata masih mendominasi sumber penghidupan kita. Event ini menunjukkan kepercayaan masyarakat internasional kepada Bali,” sebutnya.
Dia membantah adanya suara-suara yang menyebut event ini hanya menguntungkan para elit dan malah menyusahkan rakyat. “Ada memang hal-hal yang mesti kita tahan dulu, misalnya bagi yang ingin ke Nusa Dua, ya tahan dulu kalau aksesnya sekarang agak sulit,” katanya.
Sementara akademisi Lanang Perbawa menyatakan, keberadaan event internasional adalah bukti bahwa nilai-nilai hidup warga Bali telah mendapat penghargaan dari kalangan internasional.
Lihat Juga :