Kios UMKM Sulut, Aplikasi Klik Kios dan Antar Jo Diluncurkan
Selasa, 07 Juli 2020 - 22:09 WIB
loading...
Wagub Sulut Steven O.E. Kandouw saat melaunching Kios UMKM Sulut, Aplikasi Klik Kios, Antar Jo dan program penanganan dampak ekonomi akibat Covid-19 bagi UMKM diluncurkan di Gedung PLUT-KUMKM, Selasa (7/7/2020).Foto/dok/humas
A
A
A
MANADO - Kios UMKM Sulut, Aplikasi Klik Kios, Antar Jo dan program penanganan dampak ekonomi akibat COVID-19 bagi UMKM diluncurkan di Gedung PLUT-KUMKM, Selasa (7/7/2020).
Program strategis ini dapat dimanfaatkan masyarakat dengan membeli produk UMKM baik secara offline maupun online dengan semangat Bangga Buatan Sulawesi Utara (Sulut) sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulut.
Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Sulut Steven O.E. Kandouw yang melaunching program itu optimistis jika program dan aplikasi tersebut dapat menggerakkan dan menggairahkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku koperasi dan UMKM di Sulut.
Kemudian, kata dia, juga untuk membangkitkan produktivitas usaha bagi para pelaku Koperasi dan UMKM yang terdampak COVID-19 agar tersedianya lapangan pekerjaan, mengurangi pengangguran, penanggulangan kemiskinan dan peningkatan pendapatan.
“Program ini harus terus dijalankan, karena dalam situasi COVID-19 saat ini new normal atau untuk Sulut lewat pergub adaptasi kehidupan baru harus disosialisasikan dan UMKM harus terus hidup karena terbukti UMKM mampu bertahan ditengah himpitan saat ini,” kata Kandouw.
Menurut Kandouw, di fase new normal, semua pihak termasuk UMKM harus mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, physical distancing dan mencuci tangan dengan sabun dalam menjalani aktivitas ekonomi.
Lebih lanjut, dia juga meminta seluruh UMKM terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas produk, misalnya dengan kemasan menarik.
Program strategis ini dapat dimanfaatkan masyarakat dengan membeli produk UMKM baik secara offline maupun online dengan semangat Bangga Buatan Sulawesi Utara (Sulut) sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulut.
Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Sulut Steven O.E. Kandouw yang melaunching program itu optimistis jika program dan aplikasi tersebut dapat menggerakkan dan menggairahkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku koperasi dan UMKM di Sulut.
Kemudian, kata dia, juga untuk membangkitkan produktivitas usaha bagi para pelaku Koperasi dan UMKM yang terdampak COVID-19 agar tersedianya lapangan pekerjaan, mengurangi pengangguran, penanggulangan kemiskinan dan peningkatan pendapatan.
“Program ini harus terus dijalankan, karena dalam situasi COVID-19 saat ini new normal atau untuk Sulut lewat pergub adaptasi kehidupan baru harus disosialisasikan dan UMKM harus terus hidup karena terbukti UMKM mampu bertahan ditengah himpitan saat ini,” kata Kandouw.
Menurut Kandouw, di fase new normal, semua pihak termasuk UMKM harus mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, physical distancing dan mencuci tangan dengan sabun dalam menjalani aktivitas ekonomi.
Lebih lanjut, dia juga meminta seluruh UMKM terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas produk, misalnya dengan kemasan menarik.
Lihat Juga :